Tahapan Pilkada Gunungkidul, Coklit Data Pemilih Mencapai 51 Persen

WONOSARI (MERAPI) – Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani menyatakan bahwa pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih. dari sebanyak 609.701 jiwa sudah mencapai 51 persen,Sementara data jumlah pemilih masih terus diupdate Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Berdasarkan data yang ada sampai dengan 5 Desember 2020 mendatang potensi pemilih pemula di Gunungkidul ada 12.866 orang. “Jumlah tersebut sebagai gambaran awal dari KPU untuk melakukan pengecekan lapangan,” kata Komisioner KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti, Rabu (22/7).

Terkait dengan plaksanaan Pilkada mendatang pihaknya akan melakukan pendekatan agar potensi pemilih pemula mampu mendongkrak keikutsertaan dalam pilkada. Berbagai cara untuk memberikan pemahaman kepada para pemilih pemula akan dilakukan. Pasalnya jumlah suara dari pemilih pemula dapat berkontribusi penuh dalam pemilihan kepala daerah.Untuk pendataan sekarang masih menggunakan media sosial yang lebih efektif. “Kita hindari dulu tatap muka dan nantinya jika memang sudah memungkinkan baru akan kita lakukan secara langsung,” imbuhnya.

Saat ini Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) baru memastikan pemilih pemula yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Pemerintah juga mendorong pemilih pemula untuk segera melakukan perekaman KTP elektronik. Sebelum ada wabah korona Dukcapil sudah melakukan perekaman ke sekolah-sekolah, ada kerjasama untuk memfasilitasi pemilih pemula tapi karena sekarang kondisinya tidak memungkinkan jadi terhenti.”Kita akan tunggu langkah lebih lanjut berkaitan dengan data pemilih pemula yang berpotensi mengikuti pilkada pada Desember 2020 mendatang,” ucapnya.

Terpisah Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani memastikan tidak ada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang reaktif korona. Hasil ini diketahui setelah 1.907 petugas melakukan rapid test massal sebelum pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih dilakukan. Rapid rapid test tersebut dilaksanakan sebagai upaya pencegahan penularan virus korona. Sejak pandemi Covid-19 menyebar, tahapan pilkada sempat dihentikan dan saat dilanjutkan pelaksanaan harus mematuhi protokol kesehatan dalam setiap tahapannya.“Protokol kesehatan wajib dilaksanakan para PPDP ini untuk melakukan pendataan dengan pengecekan terhadap calon pemilih,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
Pejabat Tertular Nakes Positif Covid-19, Kantor Disdikbud Karanganyar Disterilisasi

KARANGANYAR (MERAPI) - Sebanyak delapan orang pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar terpaksa diisolasi mandiri usai seorang pengawas sekolah

Close