PANTAI SELATAN BARU DIBUKA 2 LOKASI: 42 Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Wisata terintegrasi Pantai Baron, Tanjungsari, Gunungkidul.
Ilustrasi Pantai Baron,

WONOSARI (MERAPI) – Serangan ubur-ubur di kawasan pantai selatan Gunungkidul terjadi lagi dan dalam dua hari saat dilakukan ujicoba pembukaan objek wisata Pantai Baron dan Kukup. Terdapat 42 wisatawan dalam perawatan medis akibat tersengat ubur-ubur Sabtu (27/6) dan Minggu (28/7) .Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Surisdiyanto mengatakan serangan hewan laut tersebut terjadi setiap tahun dan sudah sejak sebulan bahkan untuk saat ini hampir terjadi setiap hari. “Kami sudah melakukan imbauan kepada wisatawan tetapi mereka tetap nekat bermain air dan mandi di laut,” kata Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Surisdiyanto, Senin (29/6).

Adapun rincian jumlah korban tersengat ubur-ubur terbsnyak terjadi di Pantai Kukup mencapai lebih 30 wisatawan. Sedangkan di Pantai Baron hampir tidak terjadi dan hanya ada beberapa wisatawan saja. Dari sebanyak 42 wisatawan 2 lainnya dilarikan ke puskesmas terdekat karena mengalami sesak nafas. Diakuinya bahwa untuk bulan Juni dan Juli banyak ubur-ubur mendarat ke pantai dan berbahaya bagi wisatawan. Karena itu imbauan agar wisatawan tidak bermain maupun mandi di laut terus dilakukan. “Imbauan terus kita lakukan tetapi banyak yang tidak mengindahkan sehingga sengatan ubur-ubur banyak meminta korban dan harus dirawat tim medis dan SAR,” imbuhnya.

Dari data jumlah korban tersengat ubur-ubur selama ujicoba pembukaan obwis Pantai Kukup dan Baron tergolong tinggi karena hanya 2 pantai. Sedangkan untuk Pantai Pulangsawal , Sadranan, Krakal, Drini , Watu Kodok, Sepanjang dan Pantai Ngandong yang selama ini diketahui terbanyak ubur-uburnya belum dibuka melayani wisatawan. Mereka yang tersengat ubur-ubur ini mengeluhkan rasa sakit dan reaksi dari sengatan berbeda-beda mulai dari gatal-gatal, kepanasan, sesak nafas sampai pingsan. “Wisatawan terbanyak yang tersengat ubur-ubur adalah anak-anak. Biasanya mereka tidak mengetahui hewan berwarna biru dan berumbai itu berbahaya,” ucapnya.

Bentuk ubur-ubur ini memang menarik perhatian, khususnya anak-anak karena memiliki bentuk dan warna yang unik. Bentuk warna biru ini seringkali membuat pengunjung ingin menyentuh hewan ini. Ketua SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono menambahkan kondisi di laut saat ini dingin sehingga ubur-ubur mencari tempat yang hangat di kawasan pantai. “Berkunjung ke pantai selatan tersebut aman, asal mematuhi dan mengikuti imbauan petugas di lapangan,” pungkasnya. (Pur)

Read previous post:
MENUNGGU JEMBATAN BARU SELESAI DIBANGUN: Jembatan Sesek Karanggayam Akses Andalan Warga

PLERET (MERAPI) - Sebuah jembatan permanen tengah dikebut oleh ratusan pekerja melintang diatas Sungai Opak, Karanggayam, Pleret, Bantul. Sementara suara

Close