PM IGunungkidul Makamkan 58 Jenazah Kiriman

WONOSARI (MERAPI) – Sejak pandemi Covid-19 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul sudah melakukan pemakanan 58 jenazah berstandar protokol kesehatan covid-19 dan terbanyak merupakan jenazah kiriman dari luar daerah. Akibat banyaknya jenazah yang dimakamkan meyebabkan Alat Pelindung Diri (APD) yang dimiliki semakin menipis. Saat ini PMI hanya bergantung dari ketersediaan alat serta kelengkapannya. “Padahal APD ini sangat dibutuhkan relawan yang hingga kini masih terus menangani pemakaman jenazah,” kata Ketua PMI Gunungkidul Drs Iswandoyo MM, Kamis (4/6).

Dikelaskan bahwa selama ini sekitar 70 persen APD diperoleh dari PMI DIY dan terkait denfan menipisnya APD yang dimiliki pihaknta langsung melapor ke PMI DIY.Sementara sebanyak 30 persen lainnya berasal dari para donatur. Beberapa di antaranya berasal dari organisasi seperti Ikatan Dokter Hewan Gunungkidul dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA). “Ada juga donatur APD dari perseorangan, dan kami berharap semoga masih ada pihak-pihak yang bersedia mendonasikan APD ini,” imbuhnya.
Terpisah Kepala Pelaksana BPBD Edy Basuki MSi memyatakan, selama ini khusus untuk penanganan pemakaman jenazah berstandar Covid-19 PMI bekerjasama dengan relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD) juga dari Tagana.

Dari BPBD Gunungkidul beberapa waktu lalu juga menganggarkan dana Rp 120 juta untuk kegiatan penanganan jenazah hingga penyemprotan disinfektan oleh relawan.“Dana tersebut digunakan untuk pengadaan APD serta uang lelah bagi para relawan yang menangani pemakaman,” ucapnya.

Dana Rp 120 juta tersebut berasal dari alokasi Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Gunungkidul yang totalnya mencapai Rp 1,176 miliar. Sebagian besar dana tersebut sudah digunakan untuk pengadaan 200 ribu masker dan 350 galon disinfektan dan telsh
didistribusikan ke 144 desa tersebar di 18 kecamatan se Kabupaten Gunungkidul. (Pur)

Read previous post:
3 HARI BERTURUT-TURUT DIY TANPA KASUS CORONA

Close