KPU Gunungkidul Siapkan Rencana Teknis

MERAPI-ANTARA
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Rusalan Hani.

WONOSARI (MERAPI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul menyiapkan rencana pelaksanaan teknis dan anggaran Pilkada 2020, dengan menerapkan protokoler kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Rusalan Hani, Kamis (28/5), mengatakan pemungutan suara pada Pilkada 2020 yang awalnya akan digelar 23 September diundur menjadi 9 Desember 2020 dengan ketentuan menaati protokol penanganan Covid-19.

“Saat ini kami sedang menyiapkan pelaksanaan teknis termasuk persiapan anggaran,” kata Hani dilansir Antara.

Menurut dia, anggaran ada kekurangan karena harus menyiapkan peralatan penanggulangan Covid-19. Pada rencana awal, kebutuhan penyelenggaraan Pilkada 2020 mencapai Rp28,745 miliar, yang terdiri dari Rp268 juta untuk membiayai kegiatan 2019 dan Rp28,477 miliar digunakan tahun ini.

Sedangkan biaya pengawasan Bawaslu sebesar Rp6,295 miliar. Total kebutuhan anggaran untuk Pilkada 2020 mencapai Rp34,9 miliar.
“Tapi nanti ada anggaran tambahan dari pusat melalui APBN, bukan dari pemkab. Teknisnya masih dikoordinasikan DPR RI dan pemerintah pusat,” ucapnya.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Partai Nasdem DIY Suharno mengatakan pilkada di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Meski saat ini masih fokus pada upaya pengendalian virus, strategi pemenangan pemilu telah disiapkan.
“Pilkada di tengah pandemi, tantangannya adalah tidak bisa leluasa menjaring massa,” katanya.

Saat ini Nasdem masih menunggu keluarnya rekomendasi bakal calon (balon) bupati. Sekaligus pembahasan pada tingkatan DPP mengenai seleksi nama balon wakil bupati, pengganti Bahron Rasyid karena menarik diri dari pendaftaran.
“Kami masih menunggu surat rekomendasi dari DPP Nasdem balon bupati yang akan diusung pada Pilkada 2020 di Gunungkidul,” katanya. (*)

Read previous post:
Kasus Anak Bakar Ayah, Calon Tersangka Masih dalam Perawatan RS

TEMANGGUNG (MERAPI) - Kepolisian Resort Temanggung memeriksa setidaknya 11 warga untuk dijadikan saksi atas kasus kejadian pembakaran seorang anak As

Close