Gunungkidul Hentikan Lelang Proyek Rp 38,1 M

MERAPI-ANTARA Gubernur DIY Sri Sultan HB X meninjau proyek pembangunan sumber air Jambe, Bleberan, Patuk, Gunungkidul.
MERAPI-ANTARA
Gubernur DIY Sri Sultan HB X meninjau proyek pembangunan sumber air Jambe, Bleberan, Patuk, Gunungkidul.

 

WONOSARI (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menghentikan lelang terhadap seluruh proyek infrastruktur yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 38,1 miliar atau lima paket pekerjaan.
Adapun lima proyek yang menggunakan DAK yang dihentikan lelangnya, yakni proyek insfrastruktur jalan Kepek-Ngobaran senilai Rp 23 miliar, irigasi Rp 4,5 miliar, air bersih Rp 3 miliar, sanitasi Rp 4,9 miliar dan anggaran perumahan kumuh sebesar Rp 2,7 miliar.
“Dasar penghentian lelang proyek DAK adalah Surat Edaran (SE) Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor S-247/MK.07/2020. Sehingga Gunung Kidul harus menghentikan proses lelang sesuai dengan ketentuan tersebut,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Edy Praptono, Senin (30/3).

Ia mengatakan dalam Surat Edaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dijelaskan bahwa anggaran tersebut dialihkan untuk percepatan penanganan Covid-19 yang sudah menyebar di beberapa wilayah Indonesia. Dengan demikian membutuhkan beberapa aksi cepat yang dapat digunakan untuk pencegahan dan penanggulangan.
“Artinya, transfer Dana Alokasi Khusus dibatalkan oleh pusat,” katanya dilansir Antara.

Sementara itu, Kepala Seksi Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul Wadiyana mengatakan proyek menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) jalan terus. Seperti penyelesaian jalur Kepek-Ngrenehan, Saptosari sepanjang 3,5 kilometer, peningkatan jalan menuju Gua Cermai Kecamatan Purwosari sepanjang 0,6 kilometer, perbaikan jalan menuju Gua Pindul sepanjang 1,6 kilometer, serta akses menuju Pantai Ngeden sepanjang 3,7 kilometer.
“Jadi ini proyek pembangunan jalan menuju jalur wisata tetap dilanjutkan,” katanya.

Ia mengatakan pembangunan akses menuju jalur wisata sesuai dengan visi misi bupati. Harapannya mempermudah akses pengunjung, sehingga perkembangan sektor kepariwisataan bisa tumbuh dengan pesat.
“Jalan wisata ini adalah akses strategis bagi pembangunan pariwisata dan ekonomi di Gunung Kidul, sehingga proyek jalan wisata harus tetap diselesaikan,” katanya. (*)

 

Read previous post:
MERAPI-HUMAS TWC PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Candi Ratu Boko.
Penutupan Kawasan Wisata Candi Diperpanjang

SLEMAN (MERAPI) - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) kembali melakukan penutupan akses bagi wisatawan terhadap

Close