Tiga Dusun di Girisekar Masih Rawan Kekurangan Air

MERAPI-PURWANTININGSIH  Sutarpan SIP, Kepala Desa Girisekar.
MERAPI-PURWANTININGSIH
Sutarpan SIP, Kepala Desa Girisekar.

PANGGANG (MERAPI) – Meskipun telah mendapat bantuan dari beberapa instansi dan perusahaan swasta, namun permasalahan air terutama saat musim kemarau di Desa Girisekar belum semua dusun dapat teratasi. Menurut Kepala Desa Girisekar, Sutarpan SIP, Senin (27/1), dari 9 dusun di wilayah Girisekar, sampai saat ini masih ada tiga dusun yang masih kekurangan air terutama saat musim kemarau yaitu Pijenan, Jerukan dan Krambil.

Ketiga dusun tersebut tidak dapat dialiri air dari Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) karena debit airnya sangat kecil. “Sebenarnya sudah ada air dari PDAM yang masuk ke wilayah Desa Girisekar. Tetapi debit airnya sangat kecil. Apabila dialirkan ketiga dusun tersebut, air tidak mampu menjangkau ke lokasi tersebut. Padahal instalasi pipa air bersih sudah tersedia di masing-masing dusun itu,” jelas Sutarpan, di kantor desa setempat.

Selain air dari PDAM, beberapa dusun juga telah mengangkat air dari beberapa sumber air yang berada disekitarnya. Seperti Dusun Waru, untuk mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari, belum lama ini mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gunungkidul dan Baznas DIY. Instansi tersebut melakukan pengangkatan air bersih yang berada di Goa Keceme untuk dialirkan ke rumah-rumah warga.

“Bagi dusun-dusun yang telah mempunyai sumber air, maka pada musim kemarau mereka tidak akan kekurangan air. Berbeda dengan tiga dusun tadi, setiap musim kemarau warga harus membeli air bersih per tangki ukuran 6000 liter seharga Rp 150 ribu. Kondisi ini yang sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah Desa Girisekar,” ungkap Sutarpan.

Desa Girisekar, lanjutnya, memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang dapat untuk membantu permasalahan air tersebut. Tetapi karena dana yang dibutuhkan cukup besar, pemerintah desa harus menggandeng pihak luar terutama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Dijelaskan, pemerintah desa telah berencana mengangkat atau menyedot air dari sumber air yang berada di tanah milik Dinas Kehutanan. Sumber air tersebut mempunyai kedalaman sekitar 30 meter, sehingga membutuhkan anggaran yang cukup kesar.

“Pemerintah Desa Girisekar sudah mengusulkan penyediaan air bersih lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan,” imbuhnya. (C-7)

Read previous post:
GOLKAR BUKA PENJARINGAN PILKADA BANTUL: Kemungkinan Bentuk Poros Tengah

BANTUL (MERAPI) - Tak ingin kalah dengan partai lain, menghadapi Pilkada Bantul 2020, Partai Golkar akan lakukan penjaringan bakal calon

Close