TPAS Wukirsari Diperluas

Ilustrasi.

WONOSARI (MERAPI) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul akan memperluas Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari di Desa Belharjo, Wonosari, karena kapasitas pembuangan sampah sudah akan melebihi batas penampungan maksimal. Kepala DLH Kabupaten Gunungkidul Agus Priyanto, Kamis (7/11), mengatakan setiap harinya tidak kurang dari 365 ton sampah dibuang ke TPAS.

“Intensitas pembuangan ini pun berdampak terhadap daya tampung karena sudah mendekati ambang batas maksimal. Sehingga, perlu adanya perluasan lahan di TPAS Wukirsari,” kata Agus.

Kapasitas TPAS Wukirsari hanya sanggup bertahan hingga akhir 2020. Meski demikian, kajian tersebut sedikit meleset karena melihat volume sampah yang masuk. Dengan kondisi ini, TPAS butuh perluasan secepatnya. Untuk lahan tidak ada masalah karena masih memiliki ruang seluas lima hektare yang belum difungsikan.

“Saat dibangun memiliki lahan sembilan hektare, tapi baru dimanfaatkan empat hektare. Jadi, lahan TPAS masih bisa diperluas lagi sehingga usia bisa lebih panjang,” katanya dikutip Antara.

Ia berharap perluasan bisa segera dilakukan sehingga sampah tidak menjadi masalah di Bumi Handayani. “Sebenarnya ada solusi dengan mengurangi residu sampah, tapi ini sulit karena tidak ada proses pemilahan sehingga semua jenis sampah langsung dibuang ke TPAS,” katanya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunung Kidul Sri Suhartanto mengatakan pihaknyaa sudah mendapatkan laporan terkait daya tampung TPAS Wukirsari yang memasuki fase kritis. Untuk itu. Bappeda sedang menyusun perencanaan perluasan TPAS Wukirsari.

“Saat ini, rencana perluasan TPAS Wukirsari masih dalam tahap pembicaraan. Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan Satuan Kerja Balai Prasarana Wilayah DIY. Mudah-mudahan disetujui sehingga dapat fasilitas untuk perluasan TPAS,” harapnya. (*)

Read previous post:
OPERASI ZEBRA PROGO 2019 BERAKHIR-Ribuan Anak-anak Ditilang, 38 Orang Naik Motor Sambil Mabuk

DEPOK (MERAPI)- Ditlantas Polda DIY mencatat setidaknya ada 37.567 pelanggar lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Zebra Progo 2019 yang digelar

Close