PENANGANAN BUNUH DIRI DI GUNUNGKIDUL: Dewan Minta Dianggarkan Khusus

MERAPI-ANTARA   Endah Subekti Kuntaringsih.
MERAPI-ANTARA
Endah Subekti Kuntaringsih.

WONOSARI (MERAPI) – Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Endah Subekti Kuntaringsih, meminta pemerintah setempat menganggarkan penanganan khusus kasus bunuh diri, yang dari Januari-Oktober mencapai 30 kasus.

Endah Subekti Kuntaringsih, Selasa (15/10), mengatakan persoalan bunuh diri di Gunungkidul merupakan masalah serius yang harus ditangani oleh pemerintah daerah. “Kepada OPD terkait menganggarkan anggaran penanggulangan bunuh diri. Sebab selama ini, pemkab belum menangani serius permasalahan ini dibanding dengan permasalahan lainnya,” kata Endah dilansir Antara.

Menurut dia, satuan tugas berani hidup untuk pencegahan bunuh diri yang selama ini belum bekerja maksimal. Satgas berani hidup seharusnya dibentuk hingga tingkatan RT di setiap wilayah. Kemudian kader-kader tersebut dibekali pengetahuan untuk membaca dan melakukan pendekatan terhadap orang-orang yang memiliki risiko bunuh diri.

Orang dengan risiko bunuh diri itu kan sudah dipetakan, misalnya orang yang depresi. Deperesi sama Orang Dengan Gangguan Jiwa (OGJD) beda, kalau maaf orang gila itu malah tidak ada yang bunuh diri tetapi kalau orang depresi selama ini malah melakukan aksi itu.

“Saya lihat belum ada tindakan khusus untuk penanggulangan bunuh diri secara kasat mata oleh pemerintah,” kata Endah beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Gunung Kidul Priyanta Madya Satmaka mengatakan anggaran yang secara khusus diplotkan dalam penanggulangan bunuh diri pada 2019 ini memang belum ada.

Namun demikian, pihaknya telah menganggarkan dalam kegiatan pencegahan penyakit tidak menular.

“Saat ini anggaran yang ada dari Dinkes itu dikegiatan penanggulangan bunuh diri tersebut udah terakomodir dalam kegiatan pencegahan penyakit tidak menular,” kata dia.

Ia berharap Dinkes mendapatkan alokasi anggaran tambahan pada 2020. Untuk pencegahan bunuh diri pun akan dilakukan. “Akan tetapi hal tersebut belum menjadi sebuah kepastian dan memerlukan komunikasi lebih lanjut,” tegasnya. (*)

Read previous post:
ilustrasi
Siswi Lawan Perampok

AKSI heroik siswi SMP di Sleman, Rosalinda Diana Putri (15), warga Pandowoharjo Sleman ini layak diacungi jempol. Ia berani melawan

Close