DBD di Gunungkidul Ada 413 Kasus

Ilustrasi

WONOSARI (MERAPI) –Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gunungkidul tahun ini masih cukup tinggi. Dinas Kesehatan setempat mencatat hingga awal September jumlah kasus mencapai 413 kasus. Padahal tahun 2018 lalu hanya tercatat sebanyak 124 orang terkena DBD dan tahun 2017 tercatat sebanyak 228 kasus.

“Dibanding dua tahun sebelumnya trendnya naik,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, Selasa (10/9).

Untuk kasus DBD pada musim kemarau saat ini masih ditemukan meskipun jumlahnya tidak terlalu besar. Pada bulan Juli lalu ditemukan sebanyak 38 kasus dan Agustus ada 26 kasus. Terkait dengan masih adanya temuan DBD pada musim kemarau menjadi perhatian khusus. Pasalnya, hujan sudah tidak lagi turun tetapi ternyata nyamuk masih berkembang biak. Ada indikasi bahwa dengan masih adanya penyakit ini pada musim kemarau dimungkinkan karena disebabkan faktor lingkungan.Terdapat jentik nyamuk di lingkungan luar rumah pasti terdapat genangan air.

“Adanya sampah bercampur air di luar rumah menyebabkan nyamuk dapat berkembang biak,” imbuhnya.

Meski demikian, diperkirakan kasus akan mengalami kenaikan lagi pada beberapa minggu setelah musim penghujan tiba. Jika terjadi peningkatan kasus DBD biasanya beberapa saat setelah musim penghujan tiba. Hal ini tentu menjadi tantangan pemerintah agar semakin gencar melakukan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).Untuk itu, pihaknya akan kembali mengingatkan petugas kesehatan yang ada di Puskesmas untuk menggencarkan kampanye PSN. Sehingga kasus DBD dapat dihentikan dan tidak menambah jumlah korban.

“PSN tidak boleh kendor terhadap ancamandan risiko DBD, terutama menjelang musim penghujan,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, kasus DBD sampai bulan September tahun ini mencapai 413 kasus. Jumlah tersebut tergolong tinggi jika dibanding dua tahun sebelumnya yakni tahun 2018 ada tercatat sebanyak 124 kasus, tahun 2017 sebanyak 228 kasus. “Kita berharap jumlah kasus DBD bisa dicegah,” terangnya. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
FESTIVAL GARIS IMAGINER: Pertahankan Seni dan Budaya Yogyakarta

SLEMAN (MERAPI) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman akan menggelar kembali berbagai pentas seni dan budaya. Bertajuk Festival Garis Imaginer, acara

Close