UPAYA KODIM 0740 ATASI KRISIS AIR 8 DESA: Angkat Air Dari Goa Sedalam 1,2 Km

MERAPI-BAMBANG PURWANTO  Sumber air Goa Bulujajar yang berhasil diangkat dari kedalaman 1,2 km.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Sumber air Goa Bulujajar yang berhasil diangkat dari kedalaman 1,2 km.

GIRISUBO (MERAPI) – Terkait dengan upaya pengentasan kekeringan, jajaran Kodim 0730 Gunungkidul bekerjasama dengan instansi terkait berhasil mengangkat air dari sumber air bawah tanah yang ada di Goa Bulujajar, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, dengan kedalaman mencapai 1.200 meter atau 1,2 km. Proses pengangkatan air bersih dari dalam goa tersebut semula dijadwalkan memakan waktu kurang lebih 4 bulan.

“Air dari dalam tanah sedalam 1,2 km sudah berhasil kita angkat dan harapannya dapat mengatasi persoalan air di 8 desa,” kata Komandan Kodim 0730 Letkol Noppy Laksana Armiyanto, Selasa (20/8).

Khusus dalam pengerjaan fisik, TNI khususnya Jajaran Koodim 0730 menjadwalkan tiap hari Sabtu dan Minggu melakukan kegiatan lapangan dan membantu terwujudnya program pengangkatan air bersih dari dalam Goa Bulujajar ini. Dengan keberhasilan mengangkat sumber mata air ini ke depan diharapkan menjadi pilot projek wilayah lain untuk mengatasi kekeringan yang tiap tahun melanda warga Gunungkidul.

Khusus dari sumber air ini nantinya mampu mensuplai air bersih ke Desa Jepitu, Jerukwudel, Karangawen, Nglindur, Pucung, Songbanyu dan Tileng Kecamatan Girisubo. Bahkan dimungkinkan karena debitnya cukup besar bisa untuk mencukupi kebutuhan air di sejumlah desa Kecamatan Tepus. Setidaknya dengan keberhasilan ini diharapkan mampu dijadikan acuan diwilayah lain, karena di Kabupaten Gunungkidul banyak ditemukan sumber air di bawah tanah yang hingga kini belum dapat dieksploitasi. “Cukup banyak potensi air di bawah tanah yang hingga kini belum dapat ditangani untuk mengatasi kekeringan dan persoalan air,” imbuhnya.

Menurut Letkol Noppy, dalam upaya mengangkat air dari dalam goa ini jajaran TNI AD bekerjasama dengan pihak terkait lainnya dan berusaha mengangkat air di sungai bawah tanah. Sesuai dengan rencana, setelah air ini berhasil diangkat segera akan dipasang instalasi dengan menggunakan sistem grafitasi, air akan diangkat dari kedalaman 1,2 km. Dalam uji coba yang sudah dilakukan ternyata berhasil dengan baik dan lancar karena itu dia berharap nantinya segera dapat dipasang sarana khususnya mesin pompa untuk menaikkan air dari dalam tanah. Dia berharap, keberhasilan pengangkatan sumber mata air ini ke depan akan menjadi pilot projek untuk wilayah lain untuk mengatasi kekeringan yang tiap tahun melanda warga Gunungkidul.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah Gunungkidul dan Propinsi DIY agar sejumlah wilayah yang memiliki potensi air bawah tanah bisa digarap untuk mengatasi masalah air bersih,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
Konser Kebangsaan Apresiasi Prestasi Pancasila 2019, Musisi dan Pejabat Tampil Memukau

KARANGANYAR (MERAPI) - Sebanyak 74 tokoh menerima penghargaan dalam Konser Kebangsaan Apresiasi Prestasi Pancasila 2019 yang diselenggarakan Badan Pembina Ideologi

Close