GUNUNGKIDUL RAIH PENGHARGAAN ‘MADYA’: Program KLA Belum Maksimal

MERAPI-BAMBANG PURWANTO  Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul Sujoko S Sos MSi.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul Sujoko S Sos MSi.

WONOSARI (MERAPI) – Upaya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meraih penghargaan nasional kategori Nindya dalam program Kabupaten Layak Anak (KLA) belum bisa terlaksana. Dalam penilaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Gunungkidul tahun ini harus puas mendapat penghargaan kategori Madya sebagaimana diterima tahun sebelumnya.

“Terdapat beberapa catatan yang perlu dioptimalkan oleh pemkab agar program yang ditargetkan tersebut dapat tercapai,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD), Sudjoko S Sos MSi Jumat (26/7).

Sebenarnya, secara umum untuk skor penilaian tahun ini sudah ada peningkatan, di mana tahun lalu sebanyak 680 dan tahun ini Kabupaten Gunungkidul mendapatkan skore 690. Jumlah ini selisihnya sangat tipis untuk sampai di level Nindya dengan skore 700. Dari Pemkab Gunungkidul sebenarnya sejak beberapa bulan lalu sudah menunjukkan komitmen untuk benar-benar memberikan perhatian yang lebih bagi anak-anak. Berbagai program telah dilakukan namun demikian masih perlu adanya pengoptimalan. “Di antaranya yang masih perlu ditingkatkan yakni Puskesmas atau layanan kesehatan yang berbasis ramah anak,” imbuhnya.

Meskipun demikian, semangat untuk menjadikan Kabupaten Layak Anak (KLA) tetap tinggi. Sedikitnya masih ada 3 tingkatan yang harus dilalui untuk menjadi benar-benar mendapat predikat KLA. Diantaranya Nindya, Utama, dan penghargaan kategori KLA. Perlu adanya sinergitas dari masyarakat dan pemerintah untuk menjadikan daerah tersebut benar-benar layak dan ramah pada anak.“Masyarakat sudah kami bekali dengan berbagai pengetahuan, meski begitu perlu peningkatan. Dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga sudah ditekankan untuk lebih ramah dan meningkatkan pelayanan.Beberapa waktu lalu, pemkab memang menargetkan paling tidak di tahun 2025 yang akan datang mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak.

“Pergerakan dan program pemerintah kita lakukan untuk memberikan perhatian lebih bagi anak-anak di Gunungkidul,” ucapnya.

Menurut Sujoko S Sos MSi, untuk Kabupaten Gunungkidul tidak sendirian masih duduk di level Madya, pasalnya untuk Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo juga masih berada di level ini. Sementara untuk Kabupaten Sleman dan Kota Yogya sudah berada di level nindya. “Kita akan terus tingkatkan program ini agar target kita tahun 2025 bisa tercapai,” tutupnya. (Pur)

Read previous post:
Ribuan Rumah di Sleman Tidak Layak Huni

SLEMAN (MERAPI) - Lebih dari 2.000 rumah di Kabupaten Sleman masuk dalam kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Oleh karena

Close