LAGI SEEKOR SAPI MATI MENDADAK – Warga Khawatir Terserang Virus Antraks

Ilustrasi ternak sapi

WONOSARI (MERAPI) – Kasus kematian sapi secara mendadak di daerah berdekatan dengan endemik antraks, kembali terjadi di Kecamatan Karangmojo, Selasa (16/7) malam. Seekor sapi milik Aris (42) yang dipelihara oleh Sagiyo warga Dusun Ngagel RT 02/04, Karangmojo, Gunungkidul tersebut hingga kini belum diketahui penyebab secara pasti, apakah akibat terserang antraks atau sebab lain.

Terkait dengan kematian sapi mendadak tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul langsung melakukan pemeriksaan guna memastikan penyebab pasti kematian sapi tersebut. “Kita akan lakukan ujilab apakah mati akibat virus antraks sebagaimana temuan di Desa Bejiharjo atau karena sebab lain,” kata Kepala DPP Gunungkidul Ir Bambang Wisnubroto, Rabu (17/7).

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyatakan, sebelum ditemukan mati, sejak pagi hari sapi tersebut sudah terlihat tanda-tanda sakit. Bahkan di sekitar kandang dikerubungi banyak hewan jenis Caplak

atau kutu penghisap darah dan pukul 23.00 WIB diketahui sapi jenis Lemosin yang berumur 22 bulan tersebut mati. Atas adanya kematian sapi betina tersebut, dari dinas langsung melakukan pengecekan di lapangan. Petugas telah mengambil sampel darah, kotoran sapi yang ada di kandang dan hewan jenis kutu penghisap darah tersebut. Sampel-sampel ini kemudian dikirimkan ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.

“Hasil pemeriksaan laboratorium ini baru bisa diketahui 3 hingga 7 hari ke depan dan hasil uji laboratorium ini akan diketahu penyebab pasti kematian sapi tersebut,” imbuhnya.

Kepala DPP Ir Bambang Wisnubroto meyakini meskipun berdekatan dengan wilayah endemik antraks, tapi dimungkinkan bukan karena vurus antraks. Tapi untuk mengetahui secara pasti tentunya masih perlu menunggu hasil uji laboratorium. Sedangkan untuk pemeriksaan awal sudah dilakukan petugas dari Puskeswan Karangmojo dan jika mengacu pada ciri-ciri awal bukan mengarah pada antraks. Tetapi semua memang perlu untuk meyakinkan penyebab kematian sapi tersebut melalui uji laboratorium.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan peternak untuk tidak khawatir pada persebaran antras di Gunungkidul. Pasalnya dari dinas sendiri telah berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan langkah pencegahan dengan memberikan vaksin pada hewan ternak,” terangnya. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PANEN KETELA DI GUNUNGKIDUL – Pemkab Targetkan Hasil Panen 780 Ribu Ton

WONOSARI (MERAPI) – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul menargetkan produksi ketela pohon musim tanam tahun ini dan akan

Close