400 Hektare Padi Gagal Panen

MERAPI-ISTIMEWA Ilustrasi padi yang rusak terserang hama wereng.
Ilustrasi

WONOSARI (MERAPI) – Seluas 400 hektare tanaman padi yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, gagal panen karena kekeringan. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto, Jumat (21/6), mengatakan rincian lahan padi yang gagal panen, yakni Kecamatan Semin hektare, Patuk 94 hektare, Karangmojo 10 hektare, Ngawen 35 hektare, Girisubo 6 hektare, Wonosari 2 hektare, Playen 13 hektare, Ponjong 32 hektare, Nglipar 8 hektare, dan Gedangsari 25 hektare.

“Musim kemarau tahun datang lebih awal daripada prediksi sebelumnya. Perkiraan sebelumnya April masih ada hujan, tapi pertengahan April sampai sekarang tidak ada hujan, sehingga tanaman padi banyak yang mati,” kata Bambang dikutip Antara.

Pihaknya belum menghitung kerugian yang dialami petani akibat kekeringan ini. Namun, pihaknya akan mengupayakan bantuan bibit padi ke Kementerian Pertanian. Lahan 400 hektare gagal panen ini tidak ada yang mengikuti Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) yang digencarkan Kementerian Pertanian (Kementan).
“Kami sudah mengusulkan, mungkin ada cadangan bantuan bibit,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edi Basuki mengatakan, sampai saat ini sudah ada lima kecamatan yang melaporkan meminta bantuan droping air bersih, yakni Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus, Paliyan, dan Panggang.
“Kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp528 juta untuk distribusi air bersih kepada warga yang kekurangan air bersih,” katanya. (*)

Read previous post:
Subsidi Asuransi Pertanian Rp 163 M, Kementan Terus Perbaiki Pelayanan

JAKARTA (MERAPI) - Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 163,2 miliar untuk asuransi pertanian tahun 2019. Anggaran tersebut disalurkan

Close