DIHANTAM GELOMBANG TINGGI – 1 Kapal Nelayan Karam Dievakuasi Tim SAR

MERAPI-SAR GUNUNGKIDUL Tim SAR saat lakukan evakuasi kapal karam di Pantai Sadeng.
MERAPI-SAR GUNUNGKIDUL
Tim SAR saat lakukan evakuasi kapal karam di Pantai Sadeng.

WONOSARI (MERAPI) – Sebuah kapal nelayan milik nelayan Parmin (47), warga Pantai Dusun Gesik, Songbanyu, Girisubo mengalami naas. Saat diparkir menjauhi pantai Sadeng, Girisubo, dihantam gelombang tinggi dan karam terbawa arus ke tengah laut, Jumat (14/6) dini hari.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tapi akibat peristiwa tersebut kapal terombang-ambing di tengah perairan laut dan berhasil dievakuasi Tim SAR Linmas Korwil II Gunungkidul. “Terkait kejadian itu tidak menimbulkan korban luka maupun tenggelam karena pemilik kapal tengah libur melaut akibat gelombang tinggi,” Kata Koordinator SAR Linmas Korwil I Gunungkidul Sunu Handoko Bayu Segoro SIP.

Informasi di lokasi kejadian menyatakan bahwa peristiwa bermula ketika puluhan kapal nelayan salah satunya milik korban diparkir di lokasi kejadian mencegah terjadinya gelombang tinggi. Sekitar dini hari, mendadak terjadi gelombang tinggi hingga mencapai 15 feet atau sekitar 4 meter. Akibat kejadian itu beberapa kapal terlepas dari jangkar. Satu diantaranya adalah milik korban yang sempat terhempas hingga membentur batu karang hingga pecah dan akhirnya karam terbawa gelombang tinggi. Tim SAR yang dinihari menerima laporan segera bergegas mengamankan sejumlah kapal yang terbawa arus gelombang laut.

“Terdapat satu kapal yang rusak akibat dihantam gelombang tinggi, sedang lainnya berhasil kita selamatkan menjauhi pantai,” imbuhnya.

Terkait dengan imbauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul dan Badan Meteorologi Klaimatologi Dan Geofisika (BMKG) terkait dengan cuaca buruk melanda pantai selatan yakni terjadinya gelombang tinggi hingga Minggu 16 Juni 2019 pihaknya langsung melakukan antisipasi dengan meningkatkan pengamanan. Terkait dengan cuaca buruk ini, ratusan nelayan pantai selatan juga sudah mengentikan aktifitas untuk tidak melaut.

“Meskipun aman bagi wisatawan tetapi imbauan untuk tidak mandi maupun berenang agar dihindari karena kondisi gelombang dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
Dirjen PSP Tinjau Program Serasi di Kabupaten Banjar

BANJAR (MERAPI) - Kementerian Pertanian (Kementan) mengucurkan anggaran Rp 600 miliar untuk program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Kalimantan

Close