MEMASUKI MUSIM KEMARAU: Pemkab Gunungkidul Siapkan Droping Air

Pengedropan bantuan air bersih di desa Pati selatan yang mengalami kekeringan. (MERAPI-Alwi Alaydrus)
Ilustrasi

WONOSARI (MERAPI) – Minggu pertama bulan Mei 2019 Pemkab Gunungkidul mulai melakukan berbagai antisipasi menghadapi krisis air di sejumlah kecamatan rawan, meliputi Kecamatan Rongkop, Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Paliyan dan beberapa kecamatan wilayah selatan. Tahun 2019 ini menyediakan dana sebesar Rp 500 juta untuk pemenuhan droping air manakala diperlukan untuk mensuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkannya.

“Tahun lalu dianggarkan APBD sekitar Rp 600 juta, saat ini turun menjadi Rp 500 juta saja, lantaran adanya kebutuhan lain yang cukup mendesak untuk mengatasi bencana krisis air ini sehingga dana droping air terjadi penurunan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki MSi, Selasa (7/5).

Memasuki musim kemarau ini pihaknya telah menyiapkan sebanyak 7 armada droping air yang sudah siap dioperasikan manakala ada permintaan dari masyarakat. Tidak menutup kemungkinan jika musim pancaroba seperti ini, sudah ada beberapa daerah yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih pihaknya juga sudah siap untuk melayani permintaan masyarakat. Tapi meskipun curah hujan dalam satu bulan terakhir mulai jarang tapi sampai sekarang belum ada laporan mengenai mulai adanya warga yang sudah kesulitan mendapatkan air bersih dan meminta droping. Karena sejak awal bulan Mei 2019 ini sudah jarang terjadi hujan, pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD lain untuk menentukan kapan droping air akan dilaksanakan. “Kita akan koordinasikan dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait,” imbuh Kepala Pelaksana BPBD Edy Basuki MSi.

Koordinasi dan Pemetaan kawasan yang persediaan airnya sudah menipis juga akan dilakukan dengan penyedia layanan air seperti PDAM, Pamaskarta agar nantinya dapat lebih optimal dalam memberikan layanan air.

Beberapa titik yang menjadi fokus ataupun zona garis rawan di antaranya Kecamatan Girisubo, Tepus, Rongkop. Belum lagi beberapa titik di wilayah utara dan barat Gunungkidul juga menjadi prioritas pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.Dalam pengajuan droping air, persyaratan dari masyarakat masih sama seperti tahun sebelumnya dan harus ada rekomendasi dari desa dan kecamatan setempat. Saat ini droping air masih dianggap menjadi salah satu pemecah permasalahan klasik kekeringan, namun demikian Pemkab Gunungkidul terus berusaha memecahkan masalah kekeringan dengan membangun sejumlah Pamsimas maupun mendorong langkah PDAM. (Pur)

Read previous post:
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa Adi Munawar saat menjalani sidang tipiring di PN Bantul
Jual 18 Botol Miras, Kakek Didenda Rp 20 Juta

BANTUL (MERAPI)- Pengadilan Negeri Bantul kembali menghukum penjual miras dengan denda maksimal. Kali ini, seorang kakek penjual minuman keras (miras),

Close