Umat Katolik Gelar ‘Minggu Palma’

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Peringatan Minggu Palma di Gunungkidul.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Peringatan Minggu Palma di Gunungkidul.

WONOSARI (MERAPI) – Ribuan umat Katolik di tujuh Kecamatan Playen, Paliyan, Gedangsari, Patuk, Saptosari, Panggang dan Purwosari, Gunungkidul merayakan peringatan Minggu Palma, yang merupakan pembukaan sebelum memasuki pekan suci Perayaan Paskah di Gereja ST Yusup Bogor, Playen, Gunungkidul, Minggu (14/4). Peringatan Minggu Palma ini merupakan peribadatan pertama hingga tri hari suci yang puncaknya dilaksanakan pada peringatan Paskah, Minggu (21/4).

Perayaan ini untuk mengenang kedatangan Yesus Kristus ke kota Yerusalem, untuk memasuki pekan suci paskah. Misa dipimpin Pastor Paroki Bandung, Playen, Gunungkidul Rm Awan Widoyoko Pr, yang sebelumnya diawali dengan arak-arakan menuju gereja tempat ekaristi dilangsungkan.

“Daun palma merupakan simbol kemenangan dari musim semi atas musim salju atau kehidupan atas kematian, menjadi sebuah lambang amal dan registrasi dari pekerjaan jiwa yang baik,” kata Rm Awan Widoyono Pr dalam khobahnya.
Saat Minggu Palma, umat melambai-lambaikan daun palma sambil bernyanyi dan hal ini menyatakan keikutsertaan umat bersama Yesus dalam arak-arakan menuju Yerusalem. Hal tersebut juga memiliki makna dan tujuan yang akan dicapai pada masa yang akan datang dimana ada kedamaian dalam kehidupan manusia. Peringatan Minggu Palma, gereja tidak hanya mengenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem melainkan juga mengenang akan kesengsaraan Yesus Kristus.

“Adapun Pembacaan kisah sengsara Yesus dalam liturgi Minggu Palma dimaksudkan agar umat mengerti bahwa kemuliaan Yesus bukan hanya terletak pada kejayaan saat memasuki Yerusalem melainkan pada peristiwa kematian,” imbuhnya. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Gadai Berantai

KEJAHATAN penggelapan dengan modus gadai nampaknya marak di masyarakat. Kejahatan seperti ini terlihat lebih halus dan korban tak terasa telah

Close