Geopark Gunung Sewu Direvalidasi Unesco

WONOSARI (MERAPI) – Geopark di kawasan Pegunungan Sewu tahun ini akan direvalidasi atau dilakukan penilaian kembali oleh Unesco, apakah kawasan Pegunungan Sewu ini masih layak disejajarkan dengan warisan dunia lainnya atau harus turun predikat. Berbagai persiapan dilakukan untuk revalidasi tersebut, baik oleh Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Gunungkidul maupun pengelola masing-masing objek. “Rencananya, revalidasi dari Unesco tersebut akan dilakukan pada bulan Juni 2019 mendatang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti, Senin (8/4).

Geopark di Gunungkidul merupakan konsep pembangunan suatu kawasan yang berbasis pada nilai-nilai edukasi, konservasi, serta penumbuhan ekonomi lokal dan terdapat 13 geosite yang telah ditetapkan menjadi salah satu warisan dunia. Namun tidak semua objek nantinya akan dinilai oleh asesor dari Unesco dan hanya terdapat tiga objek yang akan dinilai. Selama ini yang akan disiapkan ada tiga lokasi, yakni di Ngingrong, Nglanggeran dan Watu Payung. Seperti di kawasan Gunungapi purba Nglanggeran, masyarakat sadar lingkungan dan bisa mengeksplor alam tanpa merusaknya tapi bisa menumbuhkan ekonomi lokal.

“Geopark Gunung Sewu ini terletak di tiga kabupaten Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan, Jawa Timur dan setiap kabupaten punya kebijakan masing-masing,” imbuhnya.

Geopark Gunung Sewu merupakan salah satu destinasi unggulan yang ada di Indonesia, karena hampir 5 juta wisatawan berkunjung ke geopark yang terletak di kawasan Kabupaten Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, selama ini sudah ada pengembangan masing-masing kabupaten terkait dengan potensinya sesuai dengan arahan Unesco Global Geopark. Geopark Gunung Sewu memiliki luas luas lebih kurang 1.802 km2, terdapat 33 geosite, untuk Gunungkidul 13 lokasi, Pacitan 13 lokasi, dan Wonogiri 7 lokasi. Gunung Sewu masuk dalam Global Geopark Network (GGN) di konferensi Asia Pacific Global Network oleh Unesco di Kaigan, Jepang pada tahun 2015 lalu. “Masuknya Gunung Sewu bersama 120 Global Geopark dari 33 negara di dunia,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
PENTAS AB PRO JOGJA : Tampilkan Enam Penyanyi Andalan

TERUS berupaya memberikan hiburan yang terbaik bagi masyarakat Yogyakarta, khususnya para pandemen dan pecinta musik dangdut menjadi komitmen bagi OM

Close