DINSOS VERIFIKASI DATA – 540 Penerima Bantuan PKH Mundur

Ilustrasi - Penyaluran Bantuan PKH Sukoharjo Tuntas

WONOSARI (MERAPI) – Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul melakukan verifikasi data penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) tahap dua yang akan dicairkan pada April mendatang. Verifikasi ini dilakukan agar data penerima bantuan tersebut dapat tepat sasaran sehingga dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat. “Tahun ini terdapat 62.700 warga yang mendapat bantuan,” kata Koordinator petugas PKH Gunungkidul, Herjun Pengariwibowo Jumat (29/3).

Data penerima PKH memang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan update data yang dilakukan dan karena sejumlah faktor.
Ketepatan dalam pemberian bantuan ini terus dilakukan perbaikan data agar nantinya tidak ada lagi data-data yang kurang tepat. Kesadaran atau pola pikir masyarakat juga perlu diubah berkaitan dengan bantuan ini.

Berdasarkan data yang ada, tercatat 540 warga Gunungkidul yang menerima PKH mengundurkan diri lantaran perekonomian yang membaik dibandingkan dengan sebelumnya. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi para penerima PKH mengundurkan diri. “Sejak tahun 2008 lalu tercatat terdapat 874 yang telah dicoret sebagai penerima PKH,” imbuhnya.

Jumlah tersebut disebabkan karena berbagai faktor, mulai dari tidak kesesuaian data, penerima meninggal, pindah domisili atau komponen yang hilang dan faktor kesadaran dikarenakan tidak pantas menerima, misalnya saja yang bersangkutan karena perekonomian sudah membaik.

Adapun ke 540 orang ini semula masuk dalam kategori keluarga prasejahtera. Namun sejak tahun 2008, adanya program pemberdayaan mampu merubah perekonomian. Dengan adanya pendekatan akhirnya para penerima dengan legowo menyatakan mengundurkan diri. “Dari sebanyak 540 orang yang mengundurkan diri itu paling banyak terjadi di tahun 2018 mencapai 364 orang. Sedangkan di tahun 2019 hingga Maret terdapat 69 orang mengundurkan diri,” ucapnya.

Penerima PKH yang mengundurkan diri secara merata tersebar di 18 kecamatan. Mayoritas ada di Kecamatan Ngawen dengan jumlah 63 orang di Kecamatan Tepus terdapat 12 penerima bantuan mengundurkan diri lantaran merasa telah mampu mengingat mendapat dana ganti rugi atas adanya pembebasan lahan untuk JJLS.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Dra. Siwi Irianti mengatakan pendekatan terus dilakukan melalui pendamping maupun dari perangkat desa dan kecamatan. Hal ini agar nantinya masyarakat yang telah masuk dalam kategori mampu atau mandiri mengundurkan diri dengan suka rela, sehingga bantuan tersebut jauh lebih tepat sasaran.

“Ini masih terus diupdate data yang dimiliki. Sementara pendekatan dengan masyarakat masih terus kami optimalkan,” terangnya.(Pur)

Read previous post:
Berperilaku Menyimpang, SK Pengangkatan CPNS Bisa Dibatalkan

KARANGANYAR (MERAPI) - Pemkab Karanganyar tak segan membatalkan SK pengangkatan CPNS bagi calon ASN berperilaku menyimpang dan membahayakan keutuhan NKRI.

Close