JUMLAH KORBAN BANJIR MENINGKAT – Prioritas Evakuasi dan Validasi Data

MERAPI-Dok BPBD Gunungkidul. Warga gotong-royong perbaiki saluran air terdampak banjir.
MERAPI-Dok BPBD Gunungkidul
Warga gotong-royong perbaiki saluran air terdampak banjir.

WONOSARI (MERAPI) – Sejumlah upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan perbaikan berbagai fasilitas yang rusak akibat bencana Topan ‘Savannah’ yang melanda 12 kecamatan. Jumlah korban terdampak bencana tersebut cukup banyak dan meluas. Prioritas penanganan masih terkonsentrasi dalam tahapan evakuasi dan mendata titik-titik bencana yang terjadi.

“Hal ini kita lakukan sebagai langkah untuk mengambil kebijakan terutama menyangkut penanganan jangka pendek dan panjang,” kata Bupati Gunungkidul Hj Badingah S Sos, Rabu (19/3).

Sementara Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki MSi mengungkapkan, sejak kemarin Kabupaten Gunungkidul telah berstatus darurat bencana. Sementara terkait dengan banyaknya korban terdampak Topan Savannah ini petugas masih melakukan pendataan untuk mencari tahu secara detail atau assesement terkait titik bencana dan tingkat kerusakan akibat bencana di Gunungkidul tersebut. Selain itu juga terus didata dan dihitung jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat bencana ini. Hal ini untuk menentukan upaya rekontruksi atau program dan kebijakan lainnya agar kondisi dapat segera pulih kembali dan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan.

“Untuk kerugian kami belum bisa menghitungnya, masih terus kita lakukan assesement yang dilakukan petugas di lapangan,” imbuhnya.

Adapun yang terkait dengan penanganan bencana, Pemkab Gunungkidul telah mempersiapkan anggaran dari berbagai sumber. Namun begitu, anggaran kebencanaan ini terbagi dari sejumlah sumber dan nantinya akan dilakukan sesuai mekanisme. Untuk BPPD Gunungkidul, mendapatkan anggaran sekitar Rp 325 juta. Jumlah anggaran tersebut diperkirakan akan bertambah mengingat Pemkab Gunungkidul juga memiliki anggaran kedaruratan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD berupa dana tak terduga anggaran sebesar Rp 3,1 miliar.

“Berpijak dari kondisi sebagian daerah yang porak poranda, kajian mengenai langkah lanjutan akan segera dilakukan,” ucapnya.

Hingga saat ini, Pemkab masih harus mempelajari kondisi lokasi bencana apakah perlu mencairkan dana tidak terduga untuk proses rekontruksi atau tidak. Koordinasi lintas sektoral dalam hal ini sangatlah dibutuhkan, terlebih perhitungan kerugian yang dialami oleh masyarakat cukup besar. Pihaknya masih belum bisa melakukan penghitungan kerugian dan untuk menentukan langkah penanganan masih ada beberapa tahapan yang belum dilalui.

“Data sementara ada 12 kecamatan, tetaopi dari update data terakhir jumlahnya bertambah lagi hampir di 18 kecamatan terkena damopak,” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Astuti Wijayanti mengungkapkan, berkait dengan bencana alam yang merusak kawasan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul akan dilakukan penanganan lebih lanjut. Hal ini menjadi momentum untuk melakukan penataan kawasan pariwisata. Sehingga kawasan pesisir ini nantinya akan lebih nyaman.

“Kerusakan akibat bencana alam akan diperbaiki berkoordinasi dengan instansi terkait. Termasuk melakukan penataan di kawasan pantai tersebut,” imbuhnya.

Untuk penataan kawasan pantai, lanjutnya nantinya pembiayaan tergantung dari DIY melalui danais. Sehingga seluruh pantai di Gunungkidul ini akan terlihat lebih indah. Penataan kawasan pantai juga dimaksudkan untuk menekan kerugian jika terjadi bencana alam.

“Pelaksanaan penataan dimaksudkan untuk memberikan layanan kepada wisatawan. Sehingga lebih nyaman untuk dapat menikmati kawasan wisata pantai selatan,” jelasnya. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Residivis Curi Ponsel di Pasar Medono

TEMANGGUNG (MERAPI) - Kepolisian Sektor Pringsurat Kepolisian Resort Temanggung menangkap basah seorang residivis Srt (27) warga Dusun Tumbu Desa Surodadi

Close