Terdampak Banjir, Sejumlah Obwis Minat Khusus Ditutup Sementara

SEMANU (MERAPI) – Sejumlah objek wisata (Obwis) minat khusus terdampak banjir di beberapa kecamatan di Gunungkidul untuk sementara waktu ditutup Selasa (19/3). Dari sejumlah objek wisata minat khusus yang ada Obwis Kalisuci dan Goa Jomblang Kecamatan Semanu, Gunungkidul saat ini ditutup sementara untuk wisatawan. ” Tingkat kerusakan kedua objek wisata tersebut cukup parah pada bagian tangga turun tertutup lumpur sehingga berbahaya untuk dilewati,” Wahyu Febrianto Kepala Dusun Jetis Wetan, Semanu, Wahyu Febrianto, Selasa (19/3).

Dampak banjir yang terjadi serentak pada Senin (18/3) dinihari lalu, menyebabkan Sungai Kalisuci maupun Goa Jomblang terkena dampak.Akibat dari banyaknya sampah dan lumpur yang terbawa oleh air harus dilakukan pembersihan sekitar kawasan. Khusus untuk objek wisata minat khusus di Kali Suci, Semanu, Gunungkidul ini pihaknya menerjunkan 30 personel untuk melakukan pembersiahan lumpur dan sampah dan kebijakan penutupan sementara obwis tersebut kemungkinan akan dilakukan selama satu minggu. Saat ini pembersihan sekitar kawasan diprioritaskan dan untuk tiga hari kedepan pada bagian tanggu menuju Obwis Kalisusi,” imbuhnya.

Sebenarnya terkait dengan upaya membersihkan sampah dan sisa banjir ini pihaknya berharap ada bantuan alat dari pemerintah. Namun hingga saat ini belum bisa dilakukan dan untuk membersihkan kawasan wilata ini terpaksa hanya dengan menggunakan cara manual. Dengan hanya menggunakan cara manual dan melibatkan masyarakat sekitar obwis, maka proses pembersihan sampah dan sisa-sisa banjir juga lumpur ini memerlukan waktu lama dan setidaknya diperkirakan akan menghabiskan waktu kurang lebih satu minggu.”Harapan kami ada bantuan alat dari pemerintah terutama alat penyemprot untuk membersihkan lumpur yang tebal,” ucapnya.

Terpisah Sekretaris Dinas Pariwisata Harry Sukmono mengatakan pihaknya telah mendengar kabar bahwa Obwis Kalisuci, Semanu telah ditutup sementara untuk kegiatan gotong-royong warga membersihkan sampah dan sisa-sisa lumpur akibat banjir. Untuk alat tersebut sampai saat ini dinas pariwisata tidak mempunyai yang seperti pompa air dan jenis alat yang lain dan selama ini yang memiliki alat adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Hanya saja karena saat ini BPBD sedang banyak melakukan penanganan akibat banjir jika akan menggunakan alat tersebut tentu perlu waktu karena harus bergantian,” terangnya.(Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
TNI-Polri Halau Aksi Kepung KPUD Pati

PATI (MERAPI) - Ditunggui Kapolres AKBP Jhon Wesley Arianto SIK dan Komandan Kodim Letkol Arm Arief Darmawan SSOs, aparat gabungan

Close