DICORET KPU GUNUNGKIDUL DARI DCT – Ngadiono Ajukan Permohonan Sengketa ke Bawaslu

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Ngadiono menyerahkan dokumen sengketa pemilu ke Bawaslu.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Ngadiono menyerahkan dokumen sengketa pemilu ke Bawaslu.

WONOSARI (MERAPI) – Calon Legislatif (Caleg) Partai Gerindra Ngadiono yang docoret KPU Gunungkidul dari Daftar Calon Tetap (DCT) lantaran divonis bersalah oleh PN Sleman lantaran menghadiri kampanye capres 02 menggunakan mobil dinas, melakukan perlawanan. Politisi dari Partai Gerindra tersebut mengajukan sengketa ke Bawaslu Gunungkidul dengan didampingi kuasa hukumnya dan sejumlah pendukung.

“Kedatangan saya ke sini untuk mengajukan sengketa atas keputusan KPU yang mencoret nama saya dari DCT Pemilu 2019,” kata Ngadiono usai menyerahkan berkas ke Bawaslu Gunungkidul, Kamis (21/2).

Langkah ini ditempuh tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap keputusan KPU Gunungkidul, yang dianggap tidak adil dan dari hasil Rapat Pleno yang dilakukan oleh KPU Gunungkidul pada Rabu (20/2). Langkah yang dilalukan melalui mekanisme dan jalur yang ada ini dengan harapan agar dapat kembali maju sebagai calon wakil rakyat. Jika sengketa kemudian upaya melalui jalur Bawaslu itu tidak ada hasil atau titik terang, jalur hukum pun akan dilakukan. Termasuk juga di antaranya membawa perkara tersebut ke ranah yang lebih tinggi.

“Secara prosedural akan kami tempuh satu persatu jika saat ini kredibilitas sebagai caleg turun besok dinaikan kembali,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Bawaslu Gunungkidul Is Sumarsono SH mengatakan, permohonan sengketa yang dilakukan oleh Ngadiono terkait SK pencoretan dirinya dari DCT telah diterima. Secara garis besar, permohonan dari Ngadiono yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Gunungkidul ini masih ada beberapa kekurangan seperti diantaranya menyangkut persyaratan formal. Dari Bawaslu sendiri akan memberikan waktu untuk perbaikan dokumen terhitung selama 3 hari pasca keputusan KPU ditetapkan dan yang bersangkutan mengajukan sengketa. “Permohonan sengketa ini belum lengkap karena ada beberapa dokumen yang belum terpenuhi,” ucapnya.

Kelak jika dokumen pemohon telah sesuai maka Bawaslu akan segera memproses melakukan mediasi dan tahapan lain untuk dapat memutuskan sengketa yang diajukan oleh Ngadiono. Dari Bawaslu sendiri memiliki waktu setidaknya 12 hari kerja untuk menentukan tahapan mediasi dan ajudikasi. Perkembangan atau hasil proses mediasi yang dilakukan oleh Ngadiono dan KPU Gunungkidul dengan difasilitasi oleh Bawaslu akan menjadi penentu apakah yang bersangkutan dapat masuk kembali dalam DCT atau tetap dicoret. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Biaya Sertifikat Tanah Rp 113.000, Desa Kedungwinong Paling Murah

PATI (MERAPI) - Beaya pembuatan sertifikat tanah desa Kedungwinong kecamatan Sukolilo merupakan yang termurah di kabupaten Pati. Melalui Program Pendaftaran

Close