HUJAN DERAS DI GUNUNGKIDUL – Longsor dan 1 Rumah Hancur Tertimpa Pohon

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Salah satu umah warga yang hancur tertimpa pohon.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Salah satu umah warga yang hancur tertimpa pohon.

WONOSARI (MERAPI) – Hujan dengan durasi cukup lama yang mengguyur wilayah Kecamatan Semin, Gunungkidul menyebabkan tebing kawasan permukiman Dusun Parangan Kecamatan Semin sepanjang 25 meter dengan ketinggian mencapai 10 meter longsor, Senin (28/1) dini hari. Terdapat dua rumah milik Sunarno (55) dan Joni (35) warga setempat terancam tertimbun longsor. Sedang di Kecamatan Tanjungsari, satu rumah warga dilaporkan hancur tertimpa pohon tumbang.

“Agar terhindar dari ancaman longsor TNI/Polri, Tagana dan Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan gotong royong mencegah terjadinya longsor,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Drs Edy Basuki MSi, Senin (28/1).

Informasi di lokasi kejadian menyatakan, bencana longsor tersebut terjadi pada pagi dengan ketinggian mencapai kurang lebih 10 meter, dengan panjang mencapai 26 meter. Wilayah Kecamatan Semin tersebut memang merupakan salah satu lokasi yang rawan longsor di Gunungkidul. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada kemungkinan adanya potensi longsor susulan. Mengingat sekitar lokasi longsor merupakan kawasan permukiman yang padat penduduk.

“Jika hujan lebat terjadi selama 2 jam atau lebih, potensi longsor susulan semakin tinggi. Untuk warga yang berada di sekitar lokasi rawan ada baiknya untuk berlindung ketempat lebih aman,” imbuhnya.

Merujuk data bencana longsor pada tahun 2017, ada empat kecamatan dengan jumlah kejadian terbanyak. Adapun kecamatan tersebut yakni, Gedangsari, Nglipar, Patuk dan Ponjong. Untuk Kecamatan Gedangsari terjadi sebanyak 34 kejadian, Patuk dan Nglipar 14 kejadian kemudian Ponjong 23 kejadian. Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, Early Warning System (EWS) telah dipasang di 30 titik. Pentingnya EWS dipasang terutama di lokasi yang banyak permukiman, seperti di desa Mongkrong, Sampang, Kecamatan Gedangsari EWS masih terpasang dan berfungsi dengan potensi keretakan selebar 40 meter.
“Berbagai upaya kita lakukan untuk mencegah jatuhnya korban manakala terjadi longsor,” ujarnya.

Selain longsor, bencana pohon tumbang juga terjadi di rumah hunian milik keluarga Wardiyo (48) warga Desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari mengalami kerusakan di bagian atap lantaran tertimpa pohon tumbang.Pohon berukuran cukup besar yang tumbuh di pekarangannya tersebut tumbang. Sebagian batang dan dahan dari pohon tersebut menimpa bangunan atap rumahnya. “Rumah mengalami kerusakan di bagian atap dan kerangka dari kayu patah tak kuat menahan beban pohon,” terangnya. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Angkat Persoalan Keadilan, Pentas Kolaborasi Tutup Pagelaran 3Jadi#6

PENGALAMANNYA saat mengikuti orientasi siswa, melatarbelakangi Cornel Innos mengambil tema keadilan dalam pentas kolaborasi, Minggu (27/1) malam. Pentas bersama siswa

Close