HUJAN DERAS DAN ANGIN DI GUNUNGKIDUL – Pantai Sundak Banjir, 4 Rumah Tertimpa Pohon

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Warga perbaiki rumah yang rusak tertimpa pohon tumbang.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Warga perbaiki rumah yang rusak tertimpa pohon tumbang.

WONOSARI (MERAPI) – Curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kabupaten Gunungkidul dan menimbulkan berbagai bencana, di antaranya banjir dan pohon tumbang hingga menyebabkan sejumlah rumah hancur tertimpa pohon, Selasa (22/1). Dampak hujan deras yang membuat kalang-kabut warga kawasan Pantai Sundak Kecamatan Tepus akibat terjadinya banjir dan menggenangi sedikitnya lima rumah warga.

Hujan deras disertai angin juga menyebabkan puluhan pohon tumbang menimpa rumah dan jaringan listrik di sejumlah tempat. “Kita sedang lakukan inventarisir kerusakan fasilitas akibat bencana alam tersebut,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Drs Edy Basuki MSi.

Menurut Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II, Surisdiyanto, genangan air di kawasan Pantai Sundak sudah terlihat sejak pagi hari saat hujan deras tidak mereda. Sedikitnya ada tiga kios milik pedagang yang terendam air, masing-masing milik milik Sumarno (45), Ny Paidah (40) dan Ny Pani (39) warga Kawasan Pantai Sundah Kecamatan Tepus. Aliran deras air berasal dari ladang, perbukitan dan permukiman warga akhirnya menerjang kios dengan ketinggian kira-kira mencapai 20-25 sentimeter. “Warga bersama tim reaksi cepat berusaha mengevakuasi barang-barang milik warga agar terhindar dari dampak benjir,” imbuhnya.

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Gunungkidul dalam dua hari kemarin memang berujung bencana di beberapa titik, puluhan pohon tumbang dan menimpa rumah warga maupun fasilitas umum lainnya. Tercatat ada 4 titik yang terdampak kerusakan akibat pohon tumbang ini. Pohon tumbang juga menimpa rumah milik Ny Wartinem (78) warga Desa Kedungkeris, Nglipar hingga rusak parah. Sementara itu, Selasa pohon tumbang juga menimpa rumah milik Ny Partiyah (70) warga Desa Banyusoca, Kecamatan Playen. Sebatang pohon Mahoni berukuran cukup besar tumbang dan menimpa rumah korban hingga rusak parah.

Sedang di Desa Dengok, Kecamatan Playen juga terjadi pohon tumbang dan menutup akses jalan raya. Bahkan, jaringan listrik di Dusun Dengok V juga terputus akibat tertimpa pohon jati. Saat ini, pohon jati berukuran sedang yang tumbang dan menutup jalanan itu telah dievakuasi warga.Berdasarkan dari laporan warga pohon tumbang juga menimpa jaringan listrik di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul. Halyang sama juga terjadi di Kecamatan Playen, Semanu dan Karangmojo. “Jumlah pohon tumbang mencapai puluhan tetapi yang menimpa rumah warga ada tiga rumah,” ucapnya.

Terkait dengan kondisi yang kondisi cuaca masih yang masih berpotensi terjadinya bencana akibat terjadi hujan deras disertai angina dengan intensitas tinggi, hingga saat ini BPBD Gunungkidul telah memerintahkan seluruh anggota untuk bersiaga. Jika nantinya terdapat laporan terjadi bencana para personel beserta peralatannya akan dikerahkan untuk membantu proses penanganan bencana dan evakuasi.Sementara itu berdasarkan rekomendasio Badan Meteorologi Klimatologi danGeofisika (BMKG) DIY tidak terkecuali di Gunungkidul untukmeningkatkan kewaspadaan akan terjadinya puncak musim penghujan.

Untuk saat ini suhu udara mencapai 21-31 derajat celcius. Pada umumnya angin berhebus dari Barat Daya ke Barat dengan kecepatan 6 sampai 25 km/jam. Pihaknya juga menyoroti berkaitan dengan kenaikan gelombang air laut yang saat ini mencapai 2.5 sampai 3.5 meter.

“Patut diwaspadai, karena bukan tidak mungkin jika.hujan lebat disertai dengan petir dan angin kencang, untuk Gunungkidul zona utara Ngawen, Gedangsari, Patuk, Nglipar, Semin dan Ponjong menjadi wilayah yang paling berisiko dan berpotensi terjadi bencana dan harus waspada,” terangnya. (Pur)

.

Read previous post:
Pelajar Temanggung Deklarasi Anti Politik Uang, Hoax dan Golput

TEMANGGUNG (MERAPI) - Pelajar dari sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Temanggung deklarasi anti money politik, hoax dan golput, serta

Close