Dana Desa Gunungkidul Rp 136 M

WONOSARI (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2019 ini mendapatkan bantuan dana desa sebesar Rp 136 miliar yang sudah mulai dapat dicaikan pada triwulan pertama. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gunungkidul Subiyantoro kemarin mengatakan, tahun 2019 ini dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat mencapai 136 miliar, mengalami kenaikan dibandingkan di 2018 yang mencapai Rp 117 miliar.

“Jumlah tersebut disebar ke 144 desa yang ada dengan besaran kenaikan yang berbeda sesuai dengan kondisi wilayah dan masyarakat miskin,” katanya.

Pada triwulan pertama ini, pemerintah desa hanya dapat mencairkan sebesar 20 persen dari dana yang ada. Hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku, di mana untuk termin pertama, memang besaran yang bisa dicairkan baru 20 persen. Kemudian untuk sisanya dapat dicairkan pada termin selanjutnya.

“Kalau akhir Januari sudah selesai APBDesnya ya sudah langsung bisa pengajuan. Untuk sementara ini belum ada, mungkin semua masih penyusunan,” katanya dilansir Antara.

Subiyantoro mengatakan pemkab dan para pendamping desa terbuka bagi desa yang akan melakukan konsultasi terkait program pembangunan dan pemberdayaan.
Pengawasan dari semua lini pun juga terus ditekankan agar tidak ada kesalahan saat segala proses dilakukan hingga ke tahapan akhir. Hal ini sebagai bentuk antisipasi yang dilakukan.

Di Gunungkidul sendiri terdapat dua desa, yakni Desa Melikan di Kecamatan Rongkop dan Pengkol, Kecamatan Nglipar yang menjadi prioritas dalam pembangunan dan pemberdayaan. Dua desa ini masuk dalam kategori tertinggal sehingga perlu penanganan khusus. Dari semua lini pun harus memiliki kesadaran dalam melakukan penuntasan kemiskinan dan pemberdayaan pada masyarakat.

Terbukti dengan adanya berapapun dana desa yang telah dikucurkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur serta sarana prasarana yang dibutuhkan yang memudahkan masyarakat dalam beraktifitas.

Selain itu, pemberdayaan pada masyarakat untuk lebih kreatif dan mendongkrak semangat agar lebih maju lagi. Pemkab terus berbenah pula dalam melakukan pengawasan dan penanganan.

“Pada intinya, kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik. Namun demikian itu juga tergantung kesiapan pemerintah desa dan masyarakatnya seperti apa,” katanya. (*)

Read previous post:
MERAPI-NOOR RIZKA Petugas menunjukkan knalpot blombongan yang disita dari motor massa kampanye.
Tertibkan Konvoi Massa Kampanye, Polisi Amankan 29 Motor Blombongan

YOGYA (MERAPI)- Polresta Yogya menindak tegas 34 simpatisan partai politik yang berkonvoi saat akan menghadiri kampanye, Rabu (16/1) di Jalan

Close