IMBAUAN DISNAKERTRANS GUNUNGKIDUL – Calon TKI Gunakan Jalur Resmi

Kebutuhan tenaga kerja sebagai penjahit sangat banyak
Ilustrasi

WONOSARI (MERAPI) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul, mengimbau kepada calon Tenga Kerja Indonesia (TKI) agar menggunakan penyalur tenaga kerja resmi dan mempersiapkan diri secara matang sebelum bekerja. Kepala Seksi Pendayagunaan Tenaga, Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul Aris Suyanto, Senin (7/1), mengatakan data sampai akhir 2018, sebanyak 2.273 orang warga mencari pekerjaan, namun yang tersalurkan sebanyak 1.294 orang.

“Minim pendaftar di lowongan pekerjaan lokal, pencari kerja melirik lowongan pekerjaan di luar negeri. Kami mengimbau jika menginginkan pekerjaan di luar negeri untuk mencari ke penyalur resmi atau dinas,” imbau Aris.

Dia mengatakan, dari 1.294 yang diterima kerja, sebanyak 676 pekerja bekerja di lokal Gunung Kidul, 498 pekerja di luar provinsi DIY dan 120 orang bekerja di luar negeri belum tentu sisa dari jumlah pencari kerja yang belum tersalurkan tersebut masih menganggur. Sebab, tidak sedikit dari mereka sudah mendapatkan pekerjaan, tetapi tidak melaporkan.

“Kami berharap agar warga tetap aktif untuk melaporkan sehingga data tenaga kerja di Gunung Kidul benar-benar akurat dan valid,” katanya dilansir Antara.

Aris mengatakan sebenarnya banyak lowongan pekerjaan di wilayah Gunung Kidul. Namun, tidak banyak yang mendaftar. “Contohnya ada sebuah pabrik banyak lowongan, yang mendaftar masih sedikit,” katanya.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunung Kidul Munawar Askin menambahkan pencari kerja belum mau kerja keluar negeri karena masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kampung halaman. “Memang masih minim untuk bekerja di luar negeri,” katanya.

Ia mengatakan untuk memaksimalkan kualitas para pencari kerja, pihaknya mendorong memanfaatkan pelatihan di Balai Latihan Kerja Siraman, Wonosari. “Di BLK dilatih keterampilan, tidak hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga untuk berwirausaha,” katanya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Lagi-lagi Jukir Nakal

PELANGGARAN tarif parkir masih saja mewarnai liburan Natal dan tahun baru. Sekurangnya, tiga juru parkir (jukir) nakal terjaring razia petugas.

Close