Kekurangan Murid, 27 SD Di-“regrouping”

WONOSARI (MERAPI) – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, akan melakukan “regrouping” puluhan sekolah pada tahun ajaran 2019/2020 karena kekurangan murid. “Ada 27 sekolah yang akan diregrouping tersebar merata ke semua wilayah kecamatan,” kata Kabid SD Disdikpora Gunungkidul, Sudia Marsita, Senin (31/12).

Total SD di Gunungkidul berjumlah 474 sekolah. Sementara setiap tahun terjadi penurunan jumlah pendaftar. Tahun ajaran baru nanti diperkirakan ada 8.600 siswa masuk sekolah dasar. Kebijakan regrouping sudah sesuai dengan aturan.

Saat ini Disdikpora tengah melakukan pendekatan terhadap puluhan sekolah dasar. Lembaga pendidikan dasar tersebut dinilai tidak efektif, karena kekurangan murid. Namun dari puluhan yang akan dilakukan regrouping ada sekolah yang gagal karena permintaan wali murid.

“Memang ada pro kontra dari kebijakan itu, kami akan melakukan pendekatan,” ujarnya dilansir Antara.

Ia mengatakan ada beberapa SD yang menolak diregrouping. Salah satunya SDN 3 Paliyan digabung dengan SDN Giring, jaraknya sekitar lima kilometer dari lokasi awal.

“Wali murid SDN 3 Paliyan menyampaikan empat opsi. Kami memilih opsi terakhir, berupa penundaan regrouping sampai siswa lulus semua,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Sekolah pengampu SD Mulo 1, Wiji Utomo mengemukakan jumlah siswanya ada 65 anak. Untuk sementara ini orang tua siswa belum setuju diregrouping dengan beberapa alasan, seperti pertimbangan jarak.

“Kalau kami mendukung program pemerintah kabupaten demi efisiensi anggaran dan demi didapatkannya hak-hak siswa untuk lebih banyak mendapat bekal ilmu pengetahuan,” katanya.

Anggota DPRD Gunung Kidul Ari Siswanto menyebutkan pihaknya menyesalkan buruknya komunikasi yang dibangun Disdikpora. Hal terpenting sebelum sekolah digabung dikomunikasikan terlebih dahulu.

“Seharusnya ada komunikasi yang baik di era demokrasi seperti ini, namun itu tidak ada ada komunikasi, sehingga menyebabkan orang tua siswa resah,” lanjutnya. (*)

Read previous post:
Perayaan Pergantian Tahun Baru di Pati Terganggu Cuaca

PATI (MERAPI) - Pesta menyambut pergantian tahun baru 2019 di Pati terganggu cuaca. Warga terpaksa mengurungkan niat berpesta karena mendung.

Close