UPAYA PENCEGAHAN GENCAR DILAKUKAN – Penderita HIV/AIDS di Gunungkidul Meningkat

Pati Masuk Zona Merah HIV AIDS

WONOSARI (MERAPI) – Jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno deficiency Syndrome (HIV / AIDS) di Kabupaten Gunungkidul terus meningkat. Dinas Kesehatan mencatat, akumulasi dari tahun 2006 hingga saat ini jumlah penderita mencapai 337 kasus HIV di Gunungkidul. Sebagian besar diderita laki-laki sebanyak 186 orang dan penderita wanita sebanyak 151 orang.

“Khusus tahun ini terdata sampai dengan pertengahan tahun tercatat sebanyak 36 kasus,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, Minggu (2/12).

Untuk tahun lalu yakni 2017 jumlah penderita HIV/AIDS tercatat sebanyak 48 kasus. Jika dilihat dari faktor usia, penderita HIV di Gunungkidul kebanyakan masih berusia produktif dan dari d ata dari Dinkes Gunungkidul, penyebabnya tertularnya penyakit tersebut sebagian besar melalui hubungan intim. Sebab disinyalir sebagian pria penderita HIV itu bekerja di luar daerah. Saat mereka bekerja itulah diduga mulai tertular, hal itu terjadi karena yang bersangkutan tidak mengetahui jika dirinya terjangkit penyakit HIV.

“Upaya mencegah penyakit HIV/AIDS akan terus kita gencarkan dengan melakukan sosialisasi agar masyarakat terhindar dari penyakit tersebut,” imbuhnya.

Selain upaya mencegah, sosialisasi masyarakat juga penting dilakukan terkait dengan ketidaktahuan tentang penanganan orang meninggal karenna AIDS yang menyebabkan warga tidak berani memandikan, karena takut tertular dan hal itu salah satu contoh yang saat ini perlu kita luruskan.Padahal, jika hanya bersentuhan tidak akan tertular. Sehingga masyarakat diminta tidak perlu takut secara berlebihan. “Hal ini tentu bisa menyebabkan terjadinya diskriminasi terhadap penderita,” katanya..

Sementara itu, Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Gunungkidul Triwahyu Ariningsih mengatakan, dalam penanganan HIV/AIDS di Gunungkidul, pihaknya tak hanya sebatas melakukan upaya sosialisasi saja, namun juga pendampingan terhadap penderita HIV AIDS. Harapannya agar penderita tidak dikucilkan.

“Terutama dengan memberikan semangat kepada penderita dan membantu mengurangsi stigma diskriminasi dari lingkungan mereka tinggal,” terangnya. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Lawu Jeep Adventure 2018, Memicu Sensasi Adrenalin di Perkebunan Teh

KARANGANYAR (MERAPI) - Lawu Jeep Adventure menorehkan pengalaman asyik bagi peserta jelajah perbukitan teh di tiga rute berlainan di wilayah

Close