32.607 KK di Gunungkidul Terdampak Kekeringan

Ilustrasi

YOGYA (MERAPI) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 32.607 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Gunungkidul, terdampak bencana kekeringan akibat musim kemarau. “Meskipun musim kemarau baru memasuki periode awal, namun faktanya beberapa daerah mulai mengalami kekeringan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan tertulis yang diterima di Yogyakarta, Senin (25/6).

Terdapat sebelas kecamatan di Gunungkidul yang terdata terdampak bencana kekeringan. Mulai dari Kecamatan Girisubo sebanyak 4.572 KK, Kecamatan Ngelipar 1.853 KK (5.637 jiwa), Kecamatan Paliyan 6.014 KK (20.769 Jiwa), Kecamatan Panggang 1232 KK/(4677 jiwa), Kecamatan Purwosari 912 KK (3390 jiwa), Kecamatan Rongkop 3820 KK (11800 jiwa), Kecamatan Tanjungsari 3100 KK (11186 jiwa), Kecamatan Tepus 8232 KK (32851 jiwa), Kecamatan Ponjong 766 KK (2765 jiwa), Kecamatan Gedangsari 1106 KK (3448 jiwa). “Kecamatan Ngawen masih dalam pendataan,” kata dia.

Menurut Sutopo yang dikutip Antara, selain di Gunungkidul, kekeringan juga mulai melanda beberapa wilayah di Indonesia, lain seperti di Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Menurutnya, kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober 2018, sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah terkait penyediaan air bersih.

“Masyarakat kekurangan air bersih sehingga mengharapka bantuan pengadaan air bersih,” katanya.

Seiring terjadinya bencana kekeringan tersebut, BPBD Kabupaten Gunungkidul telah mendistribusikan air bersih sebanyak 5.000 liter, dengan target 3.360 tangki air bersih, dengan distribusi perharinya 24 tangki air bersih dan enam unit armada mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter lengkap dengan disel pompa air, pipa dan selang.
“Pendistribusian air bersih sudah dimulai tanggal 4 Juni sampai sekarang,” kata Sutopo. (*)

Read previous post:
Di Bantul Harga Daging Sapi Turun

BANTUL (MERAPI) - Harga daging sapi di tingkat pedagang pasar tradisional Kabupaten Bantul, dua pekan setelah Lebaran 2018 mengalami penurunan

Close