• Selasa, 30 November 2021

PPKM Level 4 Turunkan PMI Manufaktur Indonesia Ke Level 40,1

- Senin, 2 Agustus 2021 | 18:29 WIB
Ilustrasi: Aktivitas pekerja di perusahaan elektronik yang sudah menerapkan teknologi industri 4.0.  (ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)
Ilustrasi: Aktivitas pekerja di perusahaan elektronik yang sudah menerapkan teknologi industri 4.0. (ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perindustrian)

JAKARTA,harianmerapi.com - Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 menurunkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2021 ke level 40,1.

“Perusahaan merespons dengan melakukan pengurangan aktivitas dan tenaga kerja seiring dengan PPKM Level 4,” demikian kutipan dari keterangan resmi Kemenkeu yang diterima di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Kemenkeu menyebutkan peningkatan kasus Covid-19 akibat varian Delta mendorong pemerintah menginjak rem pengetatan restriksi yang berimplikasi pada penurunan aktivitas masyarakat selama Juli 2021.

“Aktivitas sektor manufaktur nasional yang terefleksi dalam indikator PMI manufaktur pun mengalami penurunan,” tulisnya.

Meski demikian, Kemenkeu menegaskan kebijakan PPKM Level 4 merupakan langkah yang perlu dilakukan dalam rangka menekan penularan Covid-19 sehingga tidak eskalatif dan kurva pandemi dapat menurun.

Kebijakan restriksi mobilitas ini bersifat sementara dan terus dievaluasi secara periodik untuk disesuaikan level restriksinya sesuai perkembangan parameter pengendalian pandemi.

Pengetatan mobilitas tersebut juga disertai kebijakan komplementer yang dibutuhkan untuk pengendalian pandemi seperti meningkatkan tes, lacak, isolasi, serta mengakselerasi tingkat vaksinasi.

Selain itu pemerintah juga melakukan eskalasi dan perpanjangan berbagai program perlinsos sebagai bantalan untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan.

“Kerja sama mengendalikan pandemi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci untuk mendorong kinerja pemulihan ekonomi termasuk pemulihan sektor manufaktur,” katanya.

Secara lebih rinci,penurunan PMI Manufaktur disebabkan oleh penurunan output dan permintaan baru karena terhambatnya produksi dan permintaan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harbokir JNE Kembali Digelar, Catat Tanggalnya

Jumat, 26 November 2021 | 09:32 WIB

Jaygan Fu Ponnudurai CEO Baru OVO

Sabtu, 20 November 2021 | 10:09 WIB
X