• Kamis, 8 Desember 2022

Pemerintah serius bangun Ketahanan Pangan Nasional, jangan kesampingkan kesejahteraan petani

- Rabu, 14 September 2022 | 19:18 WIB
Petani senang hasil panen melimpah harga gabah tinggi.    (Wahyu Imam Ibadi)
Petani senang hasil panen melimpah harga gabah tinggi. (Wahyu Imam Ibadi)

HARIAN MERAPI - Sejumlah kebijakan telah dikeluarkan sebagai bukti keseriusan Pemerintah untuk memastikan ketahanan pangan nasional.

Pemerintah juga telah membentuk Badan Pangan Nasional.

“Ketahanan pangan bukan hanya menjadi prioritas tapi juga menjadi target kesejahteraan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah telah merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan penguatan ketahanan pangan nasional,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Musyawarah Agung Senapati Nusantara gelar kongres, pameran dan bursa tosan aji di Jogja mulai Jumat

Beberapa waktu lalu Indonesia menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) karena sudah swasembada beras.

Namun swasembada beras ‘ongkosnya’ mahal, yaitu nasib petani itu sendiri.

Jika panen, harga jatuh. Namun pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk membantu petani, yaitu memberikan pupuk bersubsidi dan menugaskan Bulog untuk membeli gabah atau beras petani hingga stok CBP mencapai 1,2 juta ton setara beras.

“Indonesia punya pupuk surplus, terkait dengan beberapa daerah yang meminta untuk ketersediaan pupuk, kemarin dengan Menteri Pertanian kita sudah bahas, tentu dibatasi jadi pupuk dibatasi urea dan npk yang disubsidi, dan komoditasnya ada sembilan,” kata Menko Airlangga hari ini Rabu (14/9/2022).

Baca Juga: Komitmen tetap terjaga, namun KIB perlu kembali bangun komunikasi paska konflik internal PPP

Bicara tentang kesejahteraan petani, Peneliti Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF Rusli Abdullah, mengungkapkan masalah dalam dunia pertanian di Indonesia.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X