• Jumat, 12 Agustus 2022

Impor Pakaian Bekas Ancam Industri Garmen Rumahan, Ini Alasannya...

- Minggu, 12 Juni 2022 | 15:55 WIB
Ilustrasi: Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel (kanan) saat mengunjungi industri garmen kecil Indonesia yang mengikuti pameran produk halal di Istanbul, Turki, 2021  (ANTARA/Risbiani Fardaniah)
Ilustrasi: Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel (kanan) saat mengunjungi industri garmen kecil Indonesia yang mengikuti pameran produk halal di Istanbul, Turki, 2021 (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

JAKARTA, harianmerapi.com - Impor pakaian bekas di Indonesia masih saja terjadi, padahal itu melanggar peraturan.

Wakil Ketua DPR-RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel menyayangkan hal tersebut, karena itu mengancam keberadaan industri garmen kecil dan rumahan.

"Ini sangat merugikan industri garmen rumahan yang berskala UMKM dan juga tidak ramah lingkungan," kata Rachmat Gobel melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (12/6/2022).

Baca Juga: Begini Cara Greysia Polii Merayakan Perpisahan sebagai Atlet

Pemberitaan media nasional beberapa waktu lalu mengungkapkan masih marak impor pakaian bekas dengan nilai triliunan rupiah, bahkan angkanya terus meningkat sejak 2017.

Padahal, kata Rachmat Gobel yang pernah menjadi Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja I Presiden Joko Widodo, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 menyebutkan impor pakaian bekas dilarang dan jika sudah masuk harus dimusnahkan. Hal itu juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Ia mengatakan industri garmen rumahan dan skala UMKM merupakan salah satu pilar kekuatan ekonomi nasional karena banyak menyerap tenaga kerja terutama dari lapisan bawah. Karena itu, ia menilai impor pakaian bekas tidak sesuai dengan konsep Presiden Jokowi yang membangun dari pinggiran dari desa dan dari bawah.

Baca Juga: PMK Hewan Ternak Semakin Meluas, Kadin Jatim Minta Pemerintah Tetapkan Status KLB
​​​​​​
"Impor pakaian bekas tentu bertentangan dengan visi Bapak Presiden dan memperburuk ekonomi di lapis bawah serta melemahkan UMKM," ujar Rachmat Gobel.

Ia juga menilai pakaian bekas berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan karena di negara asalnya dikategori limbah dan sampah.

"Tak semua pakaian bekas itu bisa layak pakai dan akan menjadi sampah bagi Indonesia," katanya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X