• Sabtu, 21 Mei 2022

Pemerintah Anggarkan Dana Pemulihan Ekonomi Rp451 Triliun. PKL, Warung dan Nelayan Kembali Dapat Bantauan

- Minggu, 16 Januari 2022 | 22:30 WIB
Perajin menyelesaikan kerajinan tangan sulam kasab dan payung adat pada pameran dan bazar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Banda Aceh, Aceh, Senin (22/11/2021). Pemerintah terus berupaya membantu dan memfasilitasi perajin UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan produksi untuk memulihkan ekonomi nasional saat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/rwa.  (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Perajin menyelesaikan kerajinan tangan sulam kasab dan payung adat pada pameran dan bazar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Banda Aceh, Aceh, Senin (22/11/2021). Pemerintah terus berupaya membantu dan memfasilitasi perajin UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan produksi untuk memulihkan ekonomi nasional saat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/rwa. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan total anggaran yang disiapkan pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2022 mencapai Rp451 triliun.

"Presiden Jokowi telah menyetujui beberapa program PEN, disiapkan anggaran di tahun 2022 senilai Rp451 triliun yang terbagi tiga yaitu kesehatan, perlindungan sosial dan fasilitas fiskal untuk beberapa sektor yaitu UMKM maupun korporasi," kata Airlangga di kantornya di Jakarta, Minggu (16/1/2022).

Airlangga menyampaikan hal tersebut seusai mengikut rapat terbatas dengan topik Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Booster Sinovac Mampu Tingkatkan Titer Antibodi tanpa Efek Samping

"Yang disetujui Bapak Presiden pertama terkait insentif fiskal properti atau Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) disiapkan perpanjangan sampai Juni 2022," ungkap Airlangga.

Ketentuannya PPN DTP untuk rumah susun dan rumah tapak dengan nilai hingga Rp2 miliar PPN DTP sebesar 50 persen diperhitungkan sejak awal kontrak.

"Dan diharapkan rumah diselesaikan dalam waktu 9 bulan," tambah Airlangga.

Selanjutnya PPN DTP diberikan sebesar 25 persen untuk harga jual rumah tapak dan rumah susun senilai Rp2 miliar-5 miliar.

Baca Juga: Gunung Merapi Alami 161 Gempa Guguran dalam 24 Jam Terakhir

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X