• Sabtu, 29 Januari 2022

Bank Indonesia Sebut Inflasi DIY November Terkendali, Penurunan Covid Picu Peningkatan Konsumsi

- Jumat, 3 Desember 2021 | 14:08 WIB
Ilustrasi. Logo Bank Indonesia (Antara/Dokumentasi BI)
Ilustrasi. Logo Bank Indonesia (Antara/Dokumentasi BI)

JOGJA, harianmerapi.com - Deputi Direktur Bank Indonesia DIY, Miyono mengatakan inflasi di DIY mengalami peningkatan pada November 2021 seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

Hasil rilis BPS menyatakan inflasi DIY bulan November berada pada level 0,45 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi September yang sebesar 0,24 persen (mtm).

Sedangkan secara tahunan inflasi DIY November 2021 berada pada level 2,06 persen (yoy), tertinggi selama tahun 2021 sehingga secara kumulatif Inflasi DIY mencapai 1,57 persen (ytd).
"Inflasi DIY November didorong baik oleh tarikan permintaan maupun dorongan penawaran," ujarnya, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: Bank Indonesia DIY : Kenaikan Inflasi Pertanda Perbaikan Ekonomi Pasca PPKM Turun Level

Dari sisi tarikan permintaan, peningkatan inflasi terjadi sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat. "Faktor utama peningkatan konsumsi, selain imbas penurunan status PPKM akhir Oktober lalu selaras dengan terkendalinya kasus Covid-19, juga ditopang oleh peningkatan aktivitas pariwisata di DIY," jelasnya.

Sementara itu, dari sisi dorongan penawaran, faktor perbaikan ekonomi global yang berimbas pada kenaikan harga komoditas mendorong peningkatan harga Minyak Goreng dan Emas Perhiasan.

Komoditas Minyak Goreng melanjutkan tren inflasi sejak 1,5 tahun terakhir, seiring dengan tren kenaikan harga CPO global. Kenaikan harga CPO ini berimplikasi juga pada peningkatan harga komoditas turunan CPO seperti sabun dan produk-produk kimia lainnya.

Baca Juga: BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Sebesar 3,5 Persen, Berikut Pertimbangannya

Bank Indonesia DIY bersama dengan TPID DIY memperkirakan tekanan inflasi masih akan berlanjut di akhir tahun dipengaruhi baik sisi permintaan maupun pasokan.

Dari sisi permintaan, aktivitas konsumsi diperkirakan terus meningkat seiring momen akhir tahun dan HKBN (Hari Keagamaan Besar Nasional) yang mendorong permintaan komoditas pangan dan transportasi, khususnya transportasi udara.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X