• Rabu, 1 Desember 2021

Pinjol, Antara Kebutuhan, dan Kejelian Penyedia Jasa Memanfaatkan Kelemahan Masyarakat

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:23 WIB
Tangkapan layar ketika Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait memberi paparan dalam seminar bertajuk "Pinjaman Online dan Absennya Perlindungan Negara" yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Jakarta Legal Aid, Jumat (10/9/2021).  (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Tangkapan layar ketika Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait memberi paparan dalam seminar bertajuk "Pinjaman Online dan Absennya Perlindungan Negara" yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Jakarta Legal Aid, Jumat (10/9/2021). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

PINJAMAN nline (Pinjol) atau daring di tengah pandemi Covid-19, bagaikan sumber mata air di tengah gurun pasir. Para penyedia jasa memanfaatkan kondisi tersebut. Mereka menawarkan kemudahan yang dapat menjawab kegundahan masyarakat terkait kebutuhan finansial, sehingga acap kali membutakan sebagian besar nasabah mengenai bahaya yang mengintai.

Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait mengatakan bahwa 55-60 persen warga negara Indonesia tidak memiliki akses ke rekening bank, baik karena keterbatasan akses, hingga kapabilitas yang belum mumpuni.

Dari jumlah warga yang memiliki akses ke rekening bank, terdapat sebesar 40-45 persen nasabah yang tidak memiliki akses terhadap pinjaman bank.

Baca Juga: Briptu A Terbukti Melanggar Prosedur Penanganan Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa. Polda NTB Minta Maaf

Jeanny mengatakan, absennya akses tersebut dapat diakibatkan oleh penghasilan nasabah yang belum mumpuni, tidak adanya jaminan yang dapat diberikan oleh nasabah kepada bank ketika meminjam uang, hingga sumber penghasilan yang dinilai tidak stabil oleh pihak bank.

Oleh karena itu, ketika seseorang mengalami kesulitan untuk meminjam uang di bank, maka yang menjadi solusi bagi mereka adalah meminjam uang melalui jasa pinjaman online.

Pinjol, kata Jeanny, menyediakan akses yang lebih mudah karena tidak membutuhkan jaminan, serta proses administrasi yang lebih sederhana apabila dibandingkan dengan proses administrasi yang harus dilalui oleh peminjam uang di bank.

Baca Juga: Sakit Kepala Banyak Sekali Jenisnya, Ini Penjelasan Dokter

Kemudahan tersebut mengakibatkan tingginya peminat pinjol, dan seolah-olah menunjukkan bahwa pinjol merupakan kebutuhan bagi masyarakat Indonesia.

Sayangnya, maraknya masyarakat yang menggunakan jasa tersebut tidak dibarengi oleh kesadaran akan bahaya yang mengintai di balik kemudahan tersebut. Terlebih, bahaya yang mengintai keamanan data pribadi milik para nasabah.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harbokir JNE Kembali Digelar, Catat Tanggalnya

Jumat, 26 November 2021 | 09:32 WIB

Jaygan Fu Ponnudurai CEO Baru OVO

Sabtu, 20 November 2021 | 10:09 WIB
X