• Rabu, 8 Desember 2021

Sejarah Kopi di Indonesia, Berkembang Berkat Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:31 WIB
Bantuan benih kopi dari Lipi untuk ditanam di Temanggung (Arif Zaini Arrosyid            )
Bantuan benih kopi dari Lipi untuk ditanam di Temanggung (Arif Zaini Arrosyid )

harianmerapi.com - Kopi mempunyai sejarah tersendiri di Indonesia. Sejarah kopi di Indonesia sangat panjang. Bermula dari kebijakan tanam paksa yang dikeluarkan pemerintah Kolonial Belanda sampai kini secara ikhlas masyarakat menanamnya sendiri.

Motif penanaman kopi masih tetap sama, meski zaman berganti. Yakni mendapatkan keuntungan untuk peningkatan kesejahteraan. Fungsi konservasi dan pemanfaatan lahan untuk lebih produktif sebagai pengikutnya. Walaupun terkadang juga menjadi hal utama.

Kopi masuk ke Nusantara pada 1696 dibawa Belanda. Khalisuddin dalam Kopi dan Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Gayo, terbitan Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh, 2012 mengutip Khalid, dkk, 1996, mengatakan penanaman di sekitar tahun 1696 untuk budidaya gagal.

Baca Juga: Pemakaian Pembayaran Digital Meningkat Pesat, Ini Tips Agar Aman

Usaha ini diulangi lagi pada tahun 1699 dan berhasil, selanjutnya dikembangkan perkebunan-perkebunan kopi, yakni kopi arabika di pulau Jawa. Lebih dari satu abad kemudian hampir separuh perkebunan di Jawa mengusahakan tanaman kopi.

Jadi di Indonesia kopi mulai dikenal sejak periode awal penetrasi kapitalisme internasional ke dalam masyarakat prakapitalis Indonesia. Dari penelusuran kopi jenis arabika masuk ke Jawa dari Malabar pada tahun 1699 dibawa oleh kapitalis Belanda.

Perkembangannnya kopi di Indonesia, khususnya di Jawa sangat pesat. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari sistem tanam paksa {cultur stensel) pada tahun 1830-an.

Baca Juga: Manfaat Daun Kelor untuk Atasi Gangguan Pencernaan, Jantung dan Menjaga Fungsi Ginjal

Kopi sampai di dataran tinggi Gayo Aceh dibawa oleh Belanda pada tahun 1904. Masa itu kopi merupakan salah satu usaha pemerintah Belanda.

Sedangkan produksi kopi arabika mengalami penurunan secara menyeluruh terjadi pada tahun 1910-an. Peristiwa inilah yang kemudian membuka frontier baru dalam budidaya tanaman kopi varietas robusta.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X