• Selasa, 30 November 2021

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 4,74 Miliar Dolar AS, Diharapkan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

- Jumat, 17 September 2021 | 14:21 WIB
Seorang pekerja menyaksikan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (24/8/2021). ( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Seorang pekerja menyaksikan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (24/8/2021). ( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Secara kumulatif, total ekspor sepanjang tahun berjalan mencapai 142,01 miliar dolar AS atau meningkat 37,77 persen (ytd) dengan didominasi CPO dan bahan bakar mineral.

Menurut Febrio, kenaikan ekspor menunjukkan sinyal pemulihan permintaan dunia sehingga melalui program PEN serta kebijakan pendukung kinerja ekspor maka dunia usaha diharapkan mampu memanfaatkan potensi pemulihan ekonomi dunia.

Dari sisi sektor, seluruh ekspor sektoral menunjukkan kinerja yang baik seperti pertanian tumbuh 17,89 persen (mtm) meski sedikit turun 0,42 persen (yoy) didorong oleh komoditas kopi, buah-buahan, dan hasil hutan bukan kayu lainnya.

Baca Juga: 5 Saksi Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida, Tersangka Belum Diumumkan

Selanjutnya, ekspor terkait industri pengolahan juga naik 20,67 persen (mtm) dan 52,62 persen (yoy) terutama komoditas CPO, besi baja, dan timah sedangkan pertambangan naik 27,23 persen (mtm) dan 162,89 persen (yoy) khususnya batu bara, biji tembaga dan lignit.

Dari sisi impor, total impor pada Agustus 2021 tercatat sebesar 16,68 miliar dolar AS atau tumbuh 10,35 persen (mtm) dan 55,26 persen (yoy) dan lebih tinggi dari konsensus perkiraan angka pertumbuhan impor sebesar 45 persen (yoy).

Kenaikan ini didorong oleh impor migas yang meningkat hingga 115,75 persen (yoy) dan impor nonmigas dengan pertumbuhan 49,39 persen (yoy) sehingga secara kumulatif impor tahun berjalan mencapai 122,83 miliar dolar AS atau tumbuh 33,36 persen (ytd).

Baca Juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Menkominfo Ingatkan Pentingnya Kerja Sama Internasional

"Untuk impor nonmigas semua jenis impor penggunaan menunjukkan pertumbuhan yang positif," ujarnya.

Impor bahan baku memiliki kontribusi 75,61 persen atau tumbuh 8,39 persen (mtm) dan 59,59 persen (yoy) sedangkan impor barang modal yang memiliki kontribusi 14,37 persen tumbuh 16,44 persen (mtm) dan 34,56 persen (yoy).

Halaman:

Editor: Hudono

Artikel Terkait

Terkini

Harbokir JNE Kembali Digelar, Catat Tanggalnya

Jumat, 26 November 2021 | 09:32 WIB

Jaygan Fu Ponnudurai CEO Baru OVO

Sabtu, 20 November 2021 | 10:09 WIB
X