• Sabtu, 13 Agustus 2022

Nilai Ekspor RI Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Pemulihan Ekonomi Berlanjut

- Kamis, 16 September 2021 | 12:31 WIB
Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo menyampaikan perkembangan ekspor Agustus 2021 melalui laman youtobe, Rabu (15/9).  (Ogen/foto hasil tangkapan youtobe BPS Kepri)
Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo menyampaikan perkembangan ekspor Agustus 2021 melalui laman youtobe, Rabu (15/9). (Ogen/foto hasil tangkapan youtobe BPS Kepri)


JAKARTA, harianmerapi.com - Indonesia patut berbangga dalam masa pandemi Covid-19 ini mampu mendongkrak nilai ekspor hingga tertinggi dalam sejarah.


Berdasar data yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, nilai ekspor Indonesia yang pada Agustus 2021 mencapai 21,42 miliar dolar AS tercatat sebagai rekor tertinggi sepanjang masa setelah terakhir kalinya pada Agustus 2011 sebesar 18,60 miliar dolar AS.

Realisasi ekspor itu meningkat 20,95 persen (mtm) atau 64,1 persen (yoy) sehingga menopang nilai perdagangan Indonesia periode Agustus 2021 yang tercatat surplus 4,74 miliar dolar AS dan turut merupakan rekor tertinggi sejak Desember 2006 sebesar 4,64 miliar dolar AS.

Baca Juga: Mahfud Ingatkan Pentingnya Jaga Persatuan Bangsa, Jangan Terpecah-pecah

“Pencapaian ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut sejalan dengan pemulihan permintaan global,” katanya di Jakarta, Kamis.

 

Airlangga mengatakan peningkatan ekspor Indonesia turut mengkonfirmasi perbaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia Agustus 2021 yang meningkat menjadi 43,7 dari sebelumnya berada di level 40,1 pada Juli 2021.

Level PMI Indonesia ini juga lebih baik dibandingkan beberapa negara di ASEAN seperti Myanmar di level 36,5, Vietnam 40,2, dan Malaysia 43,4.

Baca Juga: Menteri Sandiaga Siapkan Rp 2,4 Triliun untuk Program PEN, PHRI Diminta Manfaatkan

Peningkatan ekspor terbesar pada Agustus 2021 terjadi pada komoditi lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar 1.544,8 juta dolar AS, bahan bakar mineral (HS 27) 573,2 juta dolar AS dan bijih logam (HS 26) 213,1 juta dolar AS.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X