BNPB Pamerkan Karya Korban Bencana

MERAPI-AMIN KUNTARI
Rifai meninjau stan BNPB dalam pameran di Jogja City Mall.

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memeriahkan event Pameran Produk Unggulan Perdagangan Pariwisata dan Investasi di Jogja City Mall, Kamis (24-27/9). Dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari itu, BNPB memamerkan sejumlah produk unggulan karya warga terdampak bencana dari berbagai daerah se-Indonesia.

Sejumlah produk yang ditampilkan dalam pameran di antaranya olahan bawang putih Black Garlic yang sudah menembus pangsa pasar Eropa, Kopi Kepahiang Bengkulu, Kopi Sajang Lombok Timur, Kopi Karya Mandiri Lombok Barat dan Baratas Coffee Banjarnegara. Selain itu, ada pula produk olahan coklat yakni tepung mocaf dari Sumedang, produk kerajinan pakaian Jogjavanesia dari Kulonprogo, kain tenun Lurik Tenun Sari dan batik tulis Melathi Wijaya dari Sukoharjo. 

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB, Rifai menyebut, hingga kini sudah lebih dari 200 mitra binaan yang mengikuti program rehabilitasi dan rekonstruksi. Hal ini, merupakan bagian dari penanganan pasca bencana yang juga menjadi tugas BNPB demi memastikan kembalinya kegiatan masyarakat terdampak di sektor sosial dan ekonomi?

“Khususnya pembenahan non infrastruktur dengan cara memberdayakan masyarakat terdampak bencana. Sebab, saat terjadi bencana sumber pendapatan ekonomi akan hilang dikarenakan rusaknya fasilitas, alat, bahan dan market produksi,” jelasnya saat meninjau stan BNPB di Jogja City Mall.
Karenanya, lanjut Rifai, BNPB melakukan pendampingan terhadap warga yang terdampak bencana untuk merintis usaha agar mereka mampu meningkatkan pendapatan pascabencana. Usaha pemulihan ekonomi ini disesuaikan dengan kondisi yang ada, baik Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), maupun potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.

Rifai menjabarkan, dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, satu tahun setelah terjadi bencana pihaknya mulai memetakan kondisi masyarakat dengan menggandeng pemerintah daerah setempat. Daerah yang terkena bencana dibangun kembali menyesuaikan kearifan lokal.

Langkah tersebut, merupakan komitmen BNPB untuk melakukan rehabilitasi dan rekontruksi ekonomi masyarakat yang terdampak bencana. ?Salah satunya dengan membantu pemasaran produk hasil pendampingan itu dalam event pameran. Rifai berharap, keikutsertaan BNPB dalam pameran dapat membantu memasarkan produk masyarakat terdampak bencana serhingga berujung pada peningkatan penjualan.
“Pandemi Covid-19 jangan sampai mempengaruhi penjualan produk mereka. Sebaliknya, kondisi ini harus menjadi moment kebangkitan,” tegasnya. (Unt)

Read previous post:
Dua Tim Sukses Ajak Kampanye Damai

BANTUL (MERAPI) - Dua Tim Sukses atau Tim Pemenangan pasangan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo (AHM-JP) maupun Suharsono-Totok Sudarto (Noto) mengajak

Close