Penguatan Koperasi di Sektor Pangan

KOPERASI melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Diantara bermacam-macam jenis koperasi salah satunya adalah koperasi agrobisnis yang mengelola dan mendistribusikan pangan serta segala perlengkapan
kebutuhan pertanian lainnya.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, kini koperasi agrobisnis masih cenderung sedikit dan belum berkembang signifikan. Koperasi yang berkembang adalah koperasi industri dan koperasi simpan pinjam. Padahal, bila melihat masyarakat wilayah pedesaan sebagian besar mereka bekerja sebagai petani dimana petani mempunyai tanggung jawab untuk memproduksi bahan-bahan pangan untuk ketahanan pangan. Demikian dikatakan Sultoni Nurifai selaku Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIY beberapa waktu lalu.

“Sektor pangan adalah bagian penting dari seberapa jauh ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu pertanian dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, saya kira hal tersebut memiliki peluang besar untuk dapat mengembalikan kembali koperasi sebagai sektor pangan” ucapnya.

Sultoni berharap koperasi dapat berperan kembali dalam pengadaan pangan, yang tentunya berdampak pada pendapatan koperasi dan peningkatan fungsi pelayanan koperasi untuk memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat sekitar.

Terkait peran koperasi dalam ketahanan pangan, anggota Komisi B DPRD DIY Nurcholis Suharman menjelaskan, Koperasi Unit Desa (KUD) pada masa kejayaannya terkenal dengan Swasembada pangan.

“Swasembada pangan dapat tercapai jika ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup, mutu bahan pangan yang baik, serta nilai gizi yang tinggi sehingga memiliki dampak luas perekonomian dan mutu sumber daya manusia,” terang Nurcholis.

Nurcholis berujar jika dikaitkan dengan ketahanan pangan, koperasi juga berperan penting untuk mendukung seberapa jauh kekuatan pangan khususnya di Indonesia pada waktu itu.

Saat ini peran koperasi melemah disebabkan banyak faktor mulai dari sistem manajemen hingga SDM yang kurang profesional.
Menurut Nurcholis ada beberapa poin yang harus dibenahi koperasi antara lain inovasi pelayanan yang mengikuti zaman yakni dengan teknologi, koperasi harus bisa membangun sentra pengolahan pangan, dapat menciptakan produk lokal, memperpendek jalur distribusi
pangan, kerjasama dengan UMKM, revitalisasi dan peningkatan SDM para anggota, aktif pada revitalisasi pertanian, sistem pembiayaan yang tepat, dan koperasi jangan terlalu bergantung pada bantuan pemerintah. (*)

Read previous post:
Teknik Elektro UMY Raih Akreditasi A

KASIHAN (MERAPI) - Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Prodi TE UMY) berhasil mendapatkan akreditasi A. Keputusan ini dikeluarkan

Close