BI DIY Siapkan Pecahan Uang Baru Rp 2,6 Triliun

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY menyiapkan kebutuhan tukar uang tunai baru yang terdiri dari uang pecahan besar (UPB) dan uang pecahan kecil (UPK) dengan total sebesar Rp 2,6 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan mengatakan layanan penukaran uang hanya disediakan melalui loket di bank umum dengan protokol ketat guna antisipasi persebaran Covid-19.

“Penukaran untuk masyarakat DIY akan dilayani 37 Kantor Cabang Utama (KCU) bank umum di seluruh wilayah DIY. Perbankan dalam memberikan layanan dimaksud harus menegakkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat yang telah diterapkan Pemerintah,” tandasnya, Kamis (21/5).

Sejauh ini, uang tunai sudah mulai didistribusikan pada 4-12 Mei sudah mencapai Rp 703 miliar dan diperkirakan akan terus meningkat sampai dengan mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Khusus untuk UPK, BI menyediakan seluruhnya dengan kondisi baru dan belum pernah beredar di masyarakat atau biasa disebut hasil cetak sempurna (HCS). Sedangkan untuk UPB menggunakan stok dengan dua kondisi yaitu HCS dan uang layak edar (ULE). “ULE eks peredaran di masyarakat yang sudah melalui proses karantina selama 14 hari dan diberikan disinfektan sebelum didistribusikan kepada masyarakat,” jelas Hilman.

Dalam mencegah perluasan penyebaran COVID-19, BI mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QRIS (QR Code Indonesian Standard). (C-4)

Read previous post:
Mayat Dilarung ke Laut, Bos Perusahaan Penyalur ABK Ditahan

SEMARANG (MERAPI)- Dua pimpinan perusahaan perekrut pekerja migran asal Tegal dijebloskan di sel Polda Jateng. Mereka yakni Dirut dan komisaris

Close