Nilai Hidup Ibadah Puasa

PUASA Ramadan yang dilakukan umat Islam sedunia sekarang ini bukan saja memantulkan nilai-nilai ubudiyah, yang diharapkan imbalan (pahalanya) di hari akhirat kelak, tetapi juga mengandung nilai-nilai hidup yang mendatangkan sukses dan kemantapan dalam kehidupan di dunia sekarang ini. Setidaknya ada tujuh nilai keutamaan yang sekaligus sebagai nilai-nilai yang penting dalam kehidupan ini; yakni : Pertama, membentuk ketahanan rohaniah.

Ibadah puasa melatih jiwa (rohaniah) manusia supaya dapat menguasai dan mengendalikan hawa nafsunya, sehingga tumbuh ketahanan rohaniah. Ketahanan rohaniah adalah faktor yang sangat menentukan, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan suatu masyarakat bahkan kelestarian suatu bangsa. Apabila ketahanan rohaniah itu sudah tumbuh, maka seseorang atau suatu bangsa akan mampu menghadapi tantangan dan kendala yang dihadapi.

Kedua, menyehatkan jasmaniah. Ibadah puasa membentuk ketahanan jasmaniah (fisik), sebab perut besar diatur waktunya dalam menerima dan mencernakan makanan. Sebagian besar penyakit berawal dari kebiasaan makan yang salah. Apabila perut besar ini senantiasa dijejali
dengan makanan yang berlebihan, tidak diatur dan tidak ditertibkan, maka lambat laun akan menimbulkan penyakit. Di sinilah pentingnya puasa untuk mengatur dan memberikan kesempatan perut besar beristirahat, sehingga akan semakin sehat dalam hidupnya.

Ketiga, menumbuhkan kesabaran. Ibadah puasa mendidik manusia supaya berlaku sabar menghadapi godaan keinginan dan hawa nafsu, baik hawa nafsu yang berkaitan dengan makan dan minum maupun seksual. Kesabaran itu menciptakan daya tahan dalam menghadapi kesulitan, dan
selanjutnya melahirkan daya juang untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang kompleks dan
datangnya secara bertubi-tubi selama hidup ini.

Keempat, menguatkan kemauan. Orang yang melaksanakan ibadah puasa itu digerakkan oleh suatu kemauan yang berdasarkan cita-cita yang murni. Ia menuju kepada satu titik yaitu ridha Ilahi. Ketika sedang berpuasa bertemu dengan tantangan-tantangan yang menyuruhnya untuk mundur (dengan membatalkan puasa dan sebagainya), maka akan diterjangnya satu persatu. Berhasil melampaui godaan dan cobaan itu akan meningkatkan kemauan seseorang dalam perjuangan.

Kelima, mengenal nikmat Ilahi. Dengan melaksanakan puasa, manusia semakin menyadari akan nikmat yang dikaruniakan Allah SWT kepadanya. Dengan banyak bersyukur kepada-Nya, maka Allah akan semakin menambah kenikmatan yang diberikan kepada hamba-Nya. Dan kalau manusia tidak pandai bersyukur kepada-Nya, maka seseungguhnya azab Allah sangat pedih (QS. Ibrahim, 14:7).

Keenam, mendidik berjiwa santun. Ibadah puasa membentuk sikap penyantun, terutama terhadap kaum yang lemah (”al-mustadz’afin”), baik lemah karena ketidakmampuannya maupun terlemahkan oleh struktur sosial, yang dari hari ke hari senantiasa ditimpa kelaparan. Seseorang yang melaksanakan puasa itu merasakan sendiri betapa pahit getirnya mengalami dahaga dan kelaparan. Dengan demikian, dalam jiwa kecilnya tumbuh sikap belas kasihan untuk menyantuni orang-orang yang miskin dan papa, karena sudah mendapatkan pengalaman (eksperimen) ketika berpuasa.

Ketujuh, latihan berserah diri kepada Allah. Ibadah puasa melatih manusia untuk berserah diri kepada Allah SWT, membentuk kepatuhan (ketaatan), loyalitas dan meningkatkan disiplin. Dengan janji ibadah puasa dilipatgandakan pahalanya sesuai dengan kehendak-Nya, merangsang segenap umat Islam untuk berserah diri kepada-Nya dalam seluruh aspek kehidupannya.

Itulah luar biasanya nilai-nilai hidup ibadah puasa dan ibadah pendukung yang lain yang sedang dilaksanakan saat ini, yakni dapat meningkatkan ketahanan rohaiah, ketahanan jasmaniah, menumbuihkan kesabaran, meningkatkan kemauan, mengenal nikmat ilahi, mendidik berjiwa santun, dan sarana latihan berserah diri kepada Allah SWT. Ibadah dalam tuntunan agama Islam (termasuk di dalamnya ibadah Puasa) haruslah mampu memberikan dorongan bagi ummatnya untuk melakukan perubahan menuju kepada pribadi yang lebih baik dan maju. Insya Allah.

Read previous post:
Gelar barang bukti peredaran upal di Mapolres Karanganyar. (MERAPI-Abdul Alim)
Beli Anak Itik Pakai Upal, Penipu Kelabui Pedagang Lansia Buta Huruf

Close