Bulan Kesabaran

ADALAH sebuah anugerah yang sangat besar ketika seorang hamba menjumpai bulan Ramadan yang penih keberkahan ini, karena ia akan memetik sekian banyak faedah dan manfaat yang besar jika ia benar-benar memanfaatkan bulan yang agung ini untuk beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya.

Di antara faedah yang besar itu adalah diraihnya kesabaran, baik dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT, menjauhi kemaksiatan, maupun di dalam menghadapi takdir Allah yang terasa berat dirasa olehnya, seperti Pandemi Covid-19 yang belum ada kepastian kapan akan berakhir ini.

Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad SAW memerintahkan untuk bersabar dan memuji orang-orang yang bersabar serta mengabarkan bahwa mereka memiliki kedudukan yang tinggi dan kemuliaan yang mahal dalam banyak ayat Al-Quran maupun Hadits Nabi. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar, 39:10). Dalam ayat lain: “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah, 2:153). Sabda Nabi Muhammad SAW: “Dan barangsiapa berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bersabar”. (HR. Bukhari).

Kapanpun dan di manapun seorang hamba melatih diri untuk sabar dan mempersiapkan diri untuk tahan di dalam merasakan berat dan sulitnya hal itu, bersungguh-sungguh dan berjuang untuk menyempurnakan sikap-sikap tersebut, maka akibatnya pastilah keberuntungan dan kesuksesan. Dan tidaklah seseorang bersungguh-sungguh dalam mencari sesuatu dan diiringi dengan kesabaran melainkan ia akan mendapatkan kemenangan dan kejayaan, namun orang yang bersungguh-sungguh seperti ini jumlahnya sedikit. Sesungguhnya bulan Ramadan adalah madrasah yang agung dan bangunan keimanan yang tinggi, yang para hamba mengambil darinya banyak ibroh dan pelajaran bermanfaat yang mendidik jiwa dan meluruskannya pada bulan Ramadan ini dan di sisa umurnya.

Dan salah satu pelajaran besar yang diambil oleh orang-orang yang berpuasa di bulan yang agung dan musim yang diberkahi ini adalah membiasakan diri dan membawanya kepada kesabaran, oleh karena itu, terdapat dalam beberapa Hadits, bahwa Nabi yang sangat penyayang itu mensifati bulan Ramadan sebagai Bulan Kesabaran.

Para Nabi dan Rasul sebagai pembawa risalah agama ujian hidupnya jauh lebih berat dari pada perjuangan para pelanjut risalah islamiah sekarang ini. Firman Allah SWT : “Dan sungguh telah didustakan para Rasul sebelummu, maka mereka pun bersabar menghadapi pendustaan terhadap mereka dan mereka juga disakiti sampai tibalah pertolongan Kami.” (QS. Al-An’am, 6:34). Semakin besar gangguan yang diterima niscaya semakin dekat pula datangnya pertolongan/kemenangan. Dan bukanlah pertolongan/kemenangan itu terbatas hanya pada saat seseorang pendakwah masih hidup saja sehingga dia bisa menyaksikan buah dakwahnya terwujud. Akan tetapi yang dimaksud pertolongan itu terkadang muncul di saat sesudah kematiannya.

Yaitu ketika Allah menundukkan hati-hati umat manusia sehingga menerima dakwahnya serta berpegang teguh dengannya. Sesungguhnya hal itu termasuk pertolongan yang didapatkan oleh pendakwah ini meskipun dia sudah menghadap-Nya. Maka wajib bagi para penggerak dakwah untuk bersabar dalam melancarkan dakwahnya dan tetap konsisten dalam menjalankannya. Hendaknya dia bersabar dalam menjalani agama Allah yang sedang didakwahkannya dan juga hendaknya dia bersabar dalam menghadapi rintangan dan gangguan yang menghalangi dakwahnya.

Di dalam bulan Ramadan terdapat sikap untuk dapat menahan lisan dari dusta, menipu, perbuatan sia-sia, mencela, mencerca, teriak, debat, menggunjing, mengadu domba, mencegah anggota tubuh lainnya dari melakukan seluruh kemaksiatan, dan semua ini harus ditinggalkan di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadan. Sedangkan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan ini membutuhkan kesabaran, sehingga seorang hamba sanggup menjaga dirinya agar tidak terjatuh ke dalamnya. Pada bulan Ramadan terdapat juga sikap meninggalkan makan dan minum serta semua yang terkait dengannya, sedangkan nafsunya menginginkannya. Demikian pula menahan diri dari apa yang Allah bolehkan berupa mengikuti syahwat dan kelezatan, seperti mendekati istri dan pendahuluannya, dan semua ini jiwa tidaklah bisa meninggalkannya kecuali dengan kesabaran, maka kesimpulannya Ramadan mencakup seluruh jenis kesabaran yang ada pada diri manusia.

Di Bulan Kesabaran yang masih dalam suasana Pandemi Covid-19 sekarang ini semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita, melindungi keluarga kita, agar tetap sehat, aman, dan tenteram dalam menunaikan ibadah puasa dan ibadah-ibadah sunnah lainnya di bulan yang sangat mulia ini.
Kita berharap semoga dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT dan kita senantiasa sabar menghadapi segala cobaan dan ujian sekarang ini. Insya Allah!

Read previous post:
KASUS ISTRI BUNUH SUAMI-Suara Desahan Kencang Kode untuk Eksekusi Bos Perabot

Close