Mewaspadai Varian Baru Virus Corona

SAAT ini dunia sedang menatap tahun 2021 dengan optimisme, menyusul beberapa calon vaksin covid-19 telah menunjukkan kemajuan. Beberapa negara telah mengeluarkan izin penggunaan darurat dan telah memulai vaksinasi massal. Inggris menjadi negara pertama yang memulai vaksinasi massal, disusul Amerika. Meksiko jadi negara Amerika Latin pertama yang memulai program vaksinasi massal, disusul negara-negara yang tergabung di uni eropa.

Di Asia, Uni Emirate Arab menjadi negara pertama yang memulai program vaksinasi massal. Namun pada sisi yang lain, WHO dan dunia juga deg-degan mengamati kemunculan variant baru virus covid-19, yang pertama kali teridentifikasi di Inggris. Saat ini banyak negara telah memperketat pengawasan terhadap perkembangan ini. Virus ini telah teridentifikasi pula di Afrika selatan, Spanyol, Swiss , Italia, Prancis dan lain-lain. Variant virus ini menyebabkan lonjakan pasien covid baru di Inggris.

Kita berdoa, semoga variant baru ini tidak masuk ke negara kita. Hanya saja selalu bersikap waspada tentu sangat penting, mengingat hari demi hari ada trend peningkatan infeksi. Bagaimana ini bisa terjadi? Jawabannya serba mungkin, mungkin saja karena ada variant baru virus ini yang belum teridentifikasi. Atau mungkin juga karena faktor kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan semakin mengendur hari demi hari. Acara dan kegiatan kerumunan semakin semarak di mana-mana. Dan masyarakat lebih mengedepankannya egonya untuk terus memanfaatkan waktu-waktu libur, ke sana ke mari mendatangi tempat-tempat wisata favorit.

Sebenarnya kunci untuk menekan angka infeksikan sangat sederhana, yaitu menahan ego. Menahan diri untuk tidak mengadakan acara dan kegiatan yang mengundang banyak orang dan menahan diri untuk tidak mendatangi tempat-tempat di mana banyak orang berkerumun. Jika semua orang punya komitmen kuat untuk menahan diri…di rumah saja dulu sampai pandemi ini menunjukkan penurunan trend pasien baru, maka kemajuan akan bisa dicapai…jumlah pasien baru semoga bisa menurun. Nah, yang jadi masalah memang lebih banyak orang yang tidak mau menahan egonya.

Jika disebut di rumah saja itu membosankan, seluruh manusia di berbagai belahan dunia juga merasakan hal yang sama. Tetapi rasa bosan itulah wujud pengorbanan kita agar pandemi ini bisa segera berakhir. Maka, tidak bosan-bosannya saya menganjurkan kepada semua orang untuk menikmati liburan akhir tahun ini dengan di rumah saja dulu. Memang bisa jadi semua yang berencana untuk liburan punya banyak uang, tabungan tidak habis-habis. Tetapi cob akita sedikit bertoleransi dengan begitu banyak saudara-saudara kita yang selama pandemi ini telah kehilangan pekerjaannya, tabunganpun semakin menipis. Dan semuanya butuh untuk bisa kembali bekerja dan berharap perekonomian segera membaik. Dan itu bisa terwujud jika pandemi ini segera reda. Agar reda, maka patuhi protokol kesehatan dan untuk sementara hindari kerumunan. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lamu Bishawwab. ***

Read previous post:
Tabungan Dikuras Pacar, Pelaku Teror Ngaku Sakit Hati

Close