Joe Bidden & Corona Amerika

DUNIA bisa sedikit bernafas lega, dengan kemenangan sementara kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, yakni Joe Bidden. Harus diakui bahwa gaya menajemen politik luar negeri Trump, sangat mengkhawatirkan. Beberapa waktu yang lalu, Trump membawa Amerika terlibat konflik serius dengan Iran setelah Trump memerintahkan militer Amerika untuk menyerang seorang Jenderal Iran. Kebijakan Trump yang saat itu sedang menghadapi impeachment, tentu disikapi keras oleh pemerintah Iran. Dan persoalan-persoalan demikian sangat mungkin memicu perang dunia ke-3. Belum lagi “perang” dagang antara Amerika dan Cina yang kemudian berubah menjadi perang statemen dan terus berlanjut ke penanganan wabah corona.

Joe Bidden sendiri berjanji akan menyelesaikan sengketa dagang dengan Cina melalui jalur lembaga WTO. Belum lagi ancaman Trump akan ke luar dari WHO dan meng cancel dana bantuan 400 juta dollar untuk WHO. Dan masih banyak lagi.

Harus juga kita akui bahwa terus bergeraknya infeksi virus Covid-19 ini, akibat dari manajemen kesehatan Trump. Amerika hingga hari ini adalah penyumbang kasus corona terbesar dunia. Sebenarnya Amerika punya kesempatan untuk menekan angka pasien corona di negaranya, saat musim panas lalu.
Seperti halnya di negara-negara Eropa, mereka bisa menikmati New-Normal dengan pertambahan kasus corona di bawah 1000 kasus setiap hari saat musim panas lalu. Namun di Amerika, justru muncul gelombang demonstras anti rasisme menyusul penganiayaan terhadap Floyd. Dan kemudian Trump sendiri dalam kampanyenya terus mengerahkan massa yang artinya mengabaikan protokol social distancing (menghindari kerumunan). Dan Trump sebagai kepala dari sebuah negara terbesar dan terkuat saat ini, dikenal sebagai Anti-Masker.

Hanya beberapa hari setelah terbukti terinfeksi virus Covid-19, Trump bermasker. Dan setelah itu kembali tampil di muka publik tanpa masker selain cukup banyak pernyataan-pernyataan kontroversialnya seperti virus corona akan menghilang dengan sendirinya saat musim panas tiba dan lain sebagainya. Dan upaya Trump mengeluarkan senjata pamungkasnya, untuk menaikkan electabilitas politiknya jelang waktu pemilihan dengan Vaksinasi Massal ternyata
juga gagal.

Nah, kita berharap…di tangan Joe Bidden, Amerika bisa fokus menangani wabah corona di negaranya. Jika kasus infeksi baru di Amerika berhasil di tekan, itu akan sangat berpengaruh terhadap statistic pertumbuhan corona dunia. Kita juga berharap, para demonstran anti Trump untuk bisa segera
memulai mematuhi protokol kesehatan agar demonstrasi tidak menjadi sebab munculnya klaster-klaster covid yang baru. Dan “perang dingin” antara WHO dan Amerika bisa disudahi. Karena dunia sangat membutuhkan harmonisasi antara lembaga-lembaga regulator obat, vaksin, dan pencegahan penyakit
milik Amerika seperti FDA dan CDC dengan WHO. Jika dunia kompak, WHO, Amerika, Cina, Turki, Inggris , Iran, Rusia dll…maka Insya ALLAH wabah ini bisa segera diatasi mengingat perjalanan wabah ini sudah cukup panjang. Wallahu A’lamu bishawwab.

.

Read previous post:
Intervensi Rumah Tangga

BICARA urusan rumah tangga mungkin tak ada habisnya, apalagi rumah tangga orang lain. Namun untuk hal yang disebut terakhir ini

Close