Android Gratis untuk Masyarakat Pra Sejahtera

KONDISI pandemi wabah Covid-19 ini, masih belum kelihatan akan berujung di mana. Tetapi toh demikian roda kehidupan harus terus berjalan. Khususnya dalam bidang pendidikan. Apapun keadaannya, anak-anak generasi penerus bangsa kita harus terus belajar. Sistem pendidikan nasional harus terus berjalan meski dengan banyak penyesuaian. Karena dengan pendidikan inilah mereka memiliki modal untuk maju dan juga membangun bangsa. Tahun 1945, ketika Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika pada Perang Dunia 2, Jepang luluh lantak. Penguasa Jepang kala itu, Kaisar Hirohito ke luar dari Istana kekaisaran untuk meninjau situasi. Dan pertanyaan pertama yang ia sampaikan kepada pembantu-pembantunya adalah, “Berapa banyak Guru kita yang tersisa…?”

Kaisar Hirohita menyadari benar bahwa hanya pendidikan yang dapat membuat Jepang segera bangkit dari keterpurukan pasca perang dunia ke-2. Dan hanya pendidikan yang dapat menjadi modal untuk kembali melakukan pembangunan. Dan terbukti, tidak butuh waktu lama bagi Jepang untuk bangkit sebagai salah satu raksasa ekonomi dunia dengan berbagai instrument industri dan teknologi yang paling maju. Jepang memimpin tidak saja Asia, bahkan dunia…dalam bidang otomotif, kedokteran, pertanian, perikanan dan
lain sebagainya.

Kondisi wabah Covid-19 ini, kira-kira mirip dengan kondisi jepang pasca Perang Dunia ke-2. Sektor ekonomi terpuruk. Dua provinsi Hiroshima dan Nagasaki saat itu tidak aman untuk masyarakat dalam radius terdampak radiasi nuklir untuk beraktivitas di luar rumah. Saat inipun, kondisi luar rumah belum benar-benar aman bagi masyarakat untuk beraktivitas dalam sektor perekonomian,
pendidikan juga pekerjaan kantoran. Kita lihat di DKI Jakarta, banyak bermunculan cluster penularan Covid-19 di perkantoran sehingga ilmuwan perlu mengingatkan jika tidak terpaksa sekali maka tidak usah melakukan rapat-rapat yang mengumpulkan banyak orang. Jikapun harus dilakukan, ruang yang digunakan harus memiliki sirkulasi udara yang baik dan tetap jaga jarak, bermasker.

Maka untuk menutup lobang kekosongan aktivitas ekonomi dan pendidikan, sektor ekonomi berbasis online yang memang harus dipacu. Demikian juga dengan sektor pendidikan meski tetap ada penuruan kualitas. Wong di ruang kelas saja ditunggui oleh guru, siswa tetap ndak mudeng dengan mata pelajaran mata pelajara kelas berat seperti matematika, fisika, kimia dll…apalagi jika belajarnya hanya dari buku dan pengarahan jarak jauh. Namun ini jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Sangat disayangkan, di jalan-jalan…pada jam seharusnya anak-anak belajar daring, pemandangan anak-anak usia SD-SMP masih keluyuran main sepeda, mancing di sungan dll mudah ditemukan. Di banyak daerah kita juga melihat, cukup banyak siswa yang harus numpang ke handphone tetangga karena tidak punya fasilitas android untuk belajar daring. Juga di beberapa sekolah, guru terpaksa kerja dua kali…daring dan juga tatap muka untuk siswa yang tidak memiliki android. Maka fasilitas android adalah kebutuhan urgent saat ini, untuk menyelenggarakan program pendidikan dan perekenomian masyarakat agar kehidupan terus berjalan. Maka sangat baik jika pemerintah membantu masyarakat pra-sejahtera untuk bisa memiliki android agar khususnya pendidikan anak-anak mereka bisa tetap berjalan. Wallahu A’lamu bishawwab

.

Read previous post:
POSITIF CORONA TAMBAH 15-Kasus Covid-19 Bertambah Signifikan karena Masifnya Tes Swab di Yogya

Close