Alhamdulillah DIY Zona Kuning, 80% Pasien Sembuh…

ALHAMDULILLAH…masyarakat di wilayah DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) bisa menarik nafas lega dengan masuknya Provinsi DIY sebagai zona Kuning penyebaran virus covid-19. Zona Kuning berarti Provinsi DIY termasuk kategori Risiko Rendah penularan covid-19. Namun demikian, berita baik ini harus disikapi oleh masyarakat dengan bijak. Artinya, predikat Zona Kuning tidak berarti sama sekali tidak ada resiko penularan sama sekali. Selama pandemi masih melanda seluruh belahan dunia, dan arus masyarakat antar provinsi mulai berlangsung kembali…resiko penularan tetap ada. Sehingga masyarakat tetap harus disiplin untuk Jaga Jarak, Tidak Berkerumun atau Membuat Kerumunan, selalu Rajin Cuci Tangan dan menggunakan Masker.

Kita juga harus mengucapkan terima kasih atas kinerja hebat yang ditunjukkan oleh seluruh tenaga medis, rumah sakit rujukan, juga laboratorium yang terus bekerja tanpa mengenal Lelah. Saat artikel ini saya tulis, prosentase pasien covid-19 yang Alhamdulillah dinyatakan sembuh mencapai angka kurang lebih 80 % (288 kasus positif dan 231 sembuh). Jika kita lihat data penanganan covid-19 di seluruh dunia, negara-negara yang telah mencapai angka kesembuhan pasien 80% adalah negara-negara yang dikenal mapan dan maju fasilitas kesehatannya seperti Jerman. Berdasarkan data dari WOorldometer Coronavirus, perbandingan kasus kesembuhan (recovered) dan wafat di Jerman adalah 95% berbanding 5% (Cases which had an outcame). Untuk perbandingan prosentase Closed Case Covid-19 di DIY adalah sembuh (231 sembuh : 231 sembuh + 8 wafat) 97 % berbanding wafat 3%.

Data-data ini menunjukkan bahwa insya Allah penanganan covid-19 di wilayah DIY sudah berjalan baik. Dan ini harus digaris bawahi, mengingat Provinsi DIY berada di pulau jawa bersama DKI Jakarta, Jabar, Jateng dan Jatim yang angka penyebaran pasien corona cukup tinggi. Dan Provinsi DIY tidak sampai menerapkan PSBB jika dibandingkan dengan provinsi DKI Jakarta, yang saat PSBB transisi saat ini…angka pasien baru “stabil” di atas 100 setiap harinya. Atau JATIM yang justru setelah PSBB…angka pasien terus meningkat, bahkan pada tanggal 20 juni lalu jumlah pasien baru mencapai 394 orang.

Maka bisa disebut, sejauh ini penyebaran virus covid-19 di wilayah DIY sudah relatif terkendali. Namun berbagai upaya pencegahan harus tetap giat dilakukan. Upaya pemerintah daerah untuk terus melakukan rapid test ke berbagai pasar tradisional adalah sangat baik untuk memastikan tidak ada OTG (Orang tanpa gejala) yang bergerak di tengah-tengah pasar, yang dikhawatirkan akan menjadi super spreader seperti di Koresel beberapa waktu lalu.

Jika kita amati beberapa hari terakhir, pasien-pasien baru sebagai Import Case dari luar daerah harus diwaspadai. Dan kunci pencegahan yang paling efektif tentu berada pada pengecekan di perbatasan antar provinsi dan juga di pintu gerbang masuk seperti Bandara, Stasiun KeretaA Api dan Terminal Bus. Kita berharap, semoga wabah covid-19 di wilayah DIY segera berakhir. Jika wabah covid-19 di DIY berakhir, semoga DIY bisa membantu provinsi-provinsi lainnya , khususnya di pulau jawa seperti di Jatim dengan misi bantuan medis dan tenaga lab yang terlatih. Wallahu A’lamu Bishawwab

.

Read previous post:
Dinas Pendidikan Karanganyar Evaluasi PPDB Online

KARANGANYAR (MERAPI) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar menyayangkan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) daring yang tidak berjalan sebagaimana

Close