Etos Kerja Dalam Islam

MENURUT tabiatnya manusia mempunyai potensi untuk melakukan kebajikan dan kejahatan, sebagaimana firman-Nya: “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan”. (QS. Al-Balad, 90:10). Pemilihan seseorang akan jalan kebaikan, kebajikan dan pergaulan yang baik ataukah sebaliknya jalan kejahatan, kezaliman dan permusuhan akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti bentuk pendidikan yang diterimanya, kondisi sosio kultural di mana ia tumbuh dan dibesarkan, dan berbagai pengalaman pribadi lainnya yang diperoleh di sepanjang hidupnya. Kadang-kadang manusia menjawab frustrasi yang dialaminya dengan tingkah laku memusuhi, atau menarik diri dari lingkungan pergaulan. Pada kesempatan yang lain, frustrasi mendorongnya untuk merenung mencari solusi, dengan mempelajari kemungkinan-kemungkinan baru yang lebih tepat untuk mengatasi hambatan yang dialaminya tersebut. Firman Allah SWT : “Dan bagi tiap-tiap orang ada tujuan (sendiri) yang diarahnya (ditujunya)”. (QS. Al-Baqarah, 2 : 148).

Untuk mencapai tujuan hidup yang diridhai Allah SWT, Al-Quran mengingatkan kepada manusia bahwa harta dan anak-anak itu hanyalah perhiasan kehidupan di dunia belaka, sedangkan yang lebih baik adalah amalan-amalan saleh yang kekal dan lebih baik pahalanya di sisi Allah SWT. Firman Allah SWT : “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal dan saleh adalah lebih baik balasannya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS. Al-Kahfi, 18 :46). Sedangkan hakekat Allah menciptakan manusia di dunia ini adalah untuk menyembah kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia di dunia melainkan supaya mereka menyebah kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat, 51 : 56). Ibadah, baik sebagai ibadah khusus maupun ibadah umum dalam makna yang luas adalah puncak ketundukan dan pelaksanaan atas perintah-perintah Allah SWT.

Agama Islam yang diturunkan ke bumi beberapa abad yang lalu, telah memberikan pedoman dan petunjuk melalui seperangkat hukum dan aturan yang berfungsi untuk mengatur kehidupan manusia. Sebagian dari tata aturan itu adalah hukum-hukum yang berkaitan dengan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok tiap masyarakat berupa sandang pangan, papan serta pekerjaan, yang akan dapat memenuhi kebutuhan yang mendesak, seperti pernikahan, kebutuhan hidup sehari-hari, dan alat-alat transportasi yang memenuhi kebutuhan angkutan ke lokasi yang jauh. Semua kebutuhan hidup ini akan dapat terpenuhi dengan baik apabila orang itu mau bekerja, sebagaimana firman-Nya : “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rzekinya”. (QS. Al-Mulk, 67 : 15). Juga firman-Nya : “Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”. (QS. Al-Baqarah, 2 : 29). Sasaran bekerja adalah untuk menghasilkan harta, agar seseorang dapat memenuhi kebutuhannya, menikmati kesejahteraan hidup dan merasakan indahnya perhiasan dunia.

Agama Islam sangat menekankan bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia dilarang untuk meminta-minta atau meminta belas kasih orang lain, melainkan harus bekerja. Manusia harus berusaha dan berjuang untuk mengubah nasibnya sendiri, tanpa ketergantungan dengan orang lain supaya memiliki harga diri dan martabat yang terhormat. Firman Allah SWT : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (QS. Ar-Ra’ad, 13 ; 11). Rasulullah Muhammad SAW pada suatu kesempatan pernah memberikan dua dirham kepada seseorang yang meminta kepada beliau, kemudian beliau bersabda kepadanya : “Makanlah dengan satu dirham, dan sisanya belikanlah kapak lalu gunakanlah ia untuk bekerja”. Bekerja merupakan suatu tugas sekaligus tanggung jawab seorang muslim untuk memenuhi segala kebutuhan hidup, baik kebutuhan dirinya maupun keluarganya. Di sini jelas bahwa bekerja dalam pandangan agama Islam merupakan perbuatan yang sangat mulia, sebagai landasan dasar serta kebutuhan hidup dan kesejahteraan umat manusia. ***

Read previous post:
Hendak Beri Kejutan Pacar, Pemuda di Kulonprogo Tewas Terlindas Truk

SENTOLO (MERAPI) - Rencana Jovan Okta Pradana (23), memberikan kejutan ulang tahun untuk teman spesialnya, Rabu (20/5) malam berakhir duka.

Close