Syahrul Quran

RAMADAN merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan, kemuliaan dan kesejahteraan. Keberkahan terbesar yang dimilikinya dan bermanfaat sepanjang masa adalah peristiwa diturunkannya Kitab Suci Al-Quran, sebagaimana firman-Nya : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah, 2 : 185). Allah juga berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”. (QS. Ad-Dukhan, 44 : 3-4). Dalam ayat lain Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadar, 97 : 1). Maka, jelaslah bahwa peristiwa awal turunnya Al-Quran adalah pada bulan Ramadhan sehingga dijuluki dengan Syahrul Quran (Bulan Al-Quran).

Secara bahasa Al-Quran mempunyai arti bacaan. Kata Quran digunakan sebagai nama kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada Malam Kemuliaan/Lailatul Qadar. Secara istilah mempunyai banyak definisi antara lain: Al-Quran adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantaraan Malaikat Jibril dalam bahasa Arab untuk menjadi petunjuk bagi manusia sepanjang masa (sampai Hari Kiamat kelak). Ajaran-ajaran pokok yang terkandung di dalam Al-Qur’an adalah: aqidah, hukum peribadatan dan muamalah, akhlak, dan tamsil (sejarah) sebagai peringatan bagi jin dan manusia. Al-Quran merupakan satu-satunya kitab suci agama yang paling terpelihara keasliannya (sekaligus dijamin oleh Allah Sang Maha Pemelihara, sebagaimana difirmankan Allah : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (QS. Al-Hijr, 15: 9).

Al-Quran diturunkan kepada jin dan manusia mempunyai fungsi dan tujuan sebagai berikut; (1) Sebagai hudan, artinya petunjuk bagi kahidupan manusia (QS, Al-Baqarah, 2 : 2), (2) Sebagai rahmat, artinya keberuntungan yang diberikan Allah dalam bentuk kasih sayang-Nya (QS, Luqman, 31: 2-3); (3) Sebagai furqon, artinya pembeda antara yang baik dengan yang buruk, halal dengan haram, salah dengan benar, indah dengan jelek, yang dapat dilakukan dengan yang dilarang (QS, Al-Baqarah, 2: 185); (4) Sebagai mauidhah, artinya pengajaran, bimbingan ummat untuk mencapai bahagia hidup di dunia dan akherat (QS, Al-A’raf, 7: 145); (5) Sebagai nur, artinya cahaya yang menerangi kehidupan manusia (QS, Al-Maidah, 5: 46); (6) Sebagai syifaushshudur, artinya obat rohani yang sakit (QS, Al-Isra’, 17: 82); Dan masih banyak fungsi dan tujuan yang lain, yang intinya memberikan petunjuk tentang jalan yang lurus (sirathal mustaqiim).

Dari berbagai fungsi dan tujuan tersebut, secara keseluruhan Al-Qur’an diturunkan dapat disimpulkan menjadi dua fungsi dan tujuan pokok yaitu : (1) sebagai rahmat, dan (2) sebagai hudan atau petunjuk. Petunjuk Al-Qur’an dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk: Pertama, petunjuk langsung. Dalam Al-Qur’an itu terdapat aturan, ketentuan dan petunjuk dalam bentuk tuntutan, larangan atau membiarkan. Di sini terbatas batasan mengenai apa saja yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan, baik hubungannya dengan Allah maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia. Al-Qur’an menjelaskan bahwa bila manusia mengikuti petunjuk dan batas-batas yang telah ditentukan Allah, maka selamatlah kehidupannya di dunia maupun di akhirat. Kedua, petunjuk tidak langsung.
Dalam Al-Qur’an terdapat pokok-pokok dasar ilmu pengetahuan yang melingkupi segenap bidang. Pokok dasar ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an itu memerlukan pengembangan melalui nalar manusia sehingga menjadi satu ilmu yang sistematis. Melalui penerapan ilmu hasil nalar itu manusia akan mendapatkan rahmat dan membukakan matanya dan juga mata hatinya untuk menempuh jalan kehidupan di dunia sebagai persiapan bagi kehidupannya di akhirat. ***

 

Read previous post:
Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 Juga Di-Rapid Test

SLEMAN (MERAPI) - Sebagai salah satu relawan dalam garda terdepan menghadapi pandemi Covid-19, tim BPBD juga dilakukan Rapid test. Hal

Close