Rasulullah Salat Tarawih di Rumah

DALAM kondisi wabah, tentu semuanya menjadi darurat. Semuanya harus rela berkorban untuk tujuan kemaslahatan yang lebih besar lagi, yakni segera berakhirnya wabah korona ini agar kita semua dapat kembali berkativitas seperti sedia kala, normal kembali. Amiin ya Allah.

Di antara pengorbanan itu adalah, Ramadan ini berbagai kegiatan Syiar menjadi hilang. Kemeriahan pasar takjilan sore hari, hilang. Buka puasa bersama di Masjid, hilang. Salat Tarawieh dan juga kultum subuh hilang. Pengajian menyambut Nuzul Qur’an juga hilang. I’tikaf hilang. Salat Id pun mungkin juga hilang.

Semoga pengorbanan ummat Islam di Ramadan tahun ini, segera berbuah manis dengan redanya wabah ini. Dan untuk itu, terus berdoa dan minta kepada Allah. Setelah itu patuhi protokol kesehatan yang telah dikampanyekan pemerintah, Jangan memaksakan Mudik dulu…termasuk menyelinap diam-diam nyari jalan tikus untuk mudik. Jaga jarak dulu…cuci tangan yang rajin dan jaga kebersihan dan kesehatan.

Adapun Salat Tarawih, para ustadz, takmir masjid jangan memaksakan diri untuk tetap menyelenggarakannya. Kunci negara-negara yang sejauh ini berhasil mengendalikan penyebaran wabah korona adalah Kebersamaan.

Kita lihat beberapa negara, membuat kemajuan yang sangat baik seperti Vietnam, Australia, Korea Selatan dan lain-lain. Menjadi sia-sia, jika imbauan itu hanya dipatuhi oleh sebagian saja…dan yang lain tidak peduli untuk melanggarnya. Karena sangat memprihatinkan, ketika mayoritas ummat Islam di tanah air…sudah mematuhi Fatwa MUI agar SalatT Tarawih di rumah masing-masing, justru warga di Zona Merah…Jakarta Selatan, masih terliput oleh media online, memaksakan untuk menyelenggarakan Tarawih.

Salat Tarawih di rumah, atau di Masjid…sama-sama mulia. Namun dalam kondisi wabah dan untuk tujuan kemaslahatan dan keselamatan yang lebih besar lagi, maka salat di rumah lebih Afdhal. Pertanyaannya kemudian, apakah Rasulullah SAW pernah salat Tarawih di rumah? Mari kita simak hadiest berikut ini : Dari Aisyah R.A: Rasulullah SAW melakukan salat (tarawieh) di Masjid pada suatu malam. Orang-orang bermakmum kepadanya. Malam berikutnya, Rasulullah SAW kembali salat Tarawieh dan jamaahnya semakin banyak. Pada malam ketiga/keempat, jamaah telah berkumpul, tetapi Rasulullah SAW tidak keluar rumah. Ketika pagi Rasulullah mengatakan, “Aku melihat apa yang kalian perbuat. Akupun tidak ada udzur yang menghalangiku untuk keluar menemui kalian, tetapi aku khawatir ia (sholat Tarawieh) diwajibkan.” (H.R.Bukhari). Selamat beribadah, Semoga bermanfaat. Wallahu A’lamu bishawwab. ***

Read previous post:
PENERIMA BLT DANA DESA: Sleman Masih Lakukan Pendataan Gakin

SLEMAN (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Sleman masih mendata keluarga miskin (gakin) yang dapat menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana

Close