Diam Dulu di Rumah Patuhi Pemerintah

Nabi SAW bersabda : “Tidak ada seorangpun , ketika terjadi wabah, lalu ia di rumah saja dengan sabar dan yakin bahwa tidak ada yang menimpanya kecuali apa yang telah ditakdirkan ALLAH, melainkan ia akan memperoleh pahala seperti seorang syahid.” (H.R.AHMAD)

SANGAT memprihatinkan, mengikuti pemberitaan betapa sulirnya membuat masyarakat untuk mematuhi imbauan yang telah dibuat oleh pemerintah, agar berada di rumah saja. Keluar rumah jika sangat mendesak, misal untuk membeli sembako, makanan dan persediaan obat-obatan. Dan menjaga jarak (social distance). Sebagai contoh, Sebuah Masjid di Kebun Jeruk Jakarta Barat yang tetap ngotot menyelenggarakan sebuah kegiatan. Entah kegiatan apa, karena tercatat ada 73 WNA yang mengikuti acara tersebut. Dan 300 jamaah terpaksa diisolasi di masjid tersebut, sejak 26 Maret 2020 karena setelah Dinkes Jakarta Barat melakukan Rapid Test, ada 3 orang yang positif terinfeksi Covid-19. Padahal, sejak 2 minggu yang lalu…MUI telah mengimbau bahkan salat Jumat saja yang fardhu’ain untuk laki-laki, agar diganti salat Zuhur di rumahnya masing-masing.

Begitupun jika kita ikuti pemberitaan, nyaris semua pasien yang positif Covid-19 memiliki riwayat melakukan kunjungan ke wilayah DKI Jakarta, yang telah diakui sebagai wilayah episentrum penyebaran virus Covid-19. Maka, jika kita membaca hadiest Nabi di awal tulisan ini…dalam kondisi wabah seperti ini, bahkan nilai Pahala beribadah di rumah jauh lebih tinggi lagi. Inikan kondisi darurat, jangan sampai ada yang merasa ibadahnya lebih afhdal karena dilaksanakan di Masjid secara berjamaah, di bandingkan dengan yang beribadah di rumahnya masing-masing. Yang penting, tetap menegakkan dan menjaga salat masing-masing.

Kita semua tentu berharap, dapat menyongsong bulan suci Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya. Bisa salat Tarawieh di Masjid, buka puasa bersama, I’tikaf dan tadarrus di Masjid. Mendengarkan berbagai kultum dari para Ustadz. Kemudian merayakan Idul Fitri bersama-sama, salat ‘Id berjamaah. Dan bisa kembali mengerjakan salat Jumat berjamaah di Masjid. Maka, jika kita ingin suasana ini kembali terwujud. Berdoa dan mohon kepada ALLAH SWT agar wabah corona ini segera mereda. Dan patuhi dulu imbauan untuk berada di rumah terlebih dahulu, hingga kondisinya menjadi lebih baik. Tentu dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta, sulit mengawasi warga negara satu persatu. Oleh karena itu, sangat diperlukan kesadaran kita semua untuk mematuhi himbauan tersebut. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lamu bishawwab. ***

Read previous post:
ilustrasi
Sidang Video Conference

Close